Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA)
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
» Info Hotel di kota Palembang
» Download

Kurangnya informasi mengenai kebudayaan dan peradaban di sumsel adalah salah penyebab kurangnya minat masyarakat dalam mendokumentasikan dan memperaktek budaya-budaya tersebut dalam keseharian, hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru dalam sambutannya menerima Audiensi Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) di ruang kerjanya hari Senin Tgl.16 September 2019. Dalam kesempatan silaturahmi ini, Ketua Yayasan MALAYA Dr. Husni Tamrin yang didampingi oleh Sekretaris Pengawas R.Suhartono.SH, Sekretaris Malaya Muchlis. SHI.MH. Sekretaris Cabang Jakarta Bachrin Firdaus.SH. dan Gubernur H. Herman Deru dalam kesempatan ini didampingi Asisten I Ahmad Najib, Plt Kepala Kesbangpol Bahnier Rasyid, Staf Khusus SDM Reza Fahlevi dan Karo Kesra Dr. Sunarto.
Selanjutnya Gubernur sumatera Selatan menyampaikan bahwa betapa masyarakat internasional sangat mengagumi keberadaan kebudayaan dan peradaban yang ada di Sumsel khususnya Semenanjung Malaysia seperti Malaka, karena yang membangun awal Kesultanan Malaka adalah Bangsawan dari Palembang yaitu Parameswara.
“Gubernur sangat mengapresiasi adanya yayasan yang bergerak dibidang budaya ini, karena dengan melestarikan budaya-budaya lokal yang memiliki falsafah yang tinggi, masyarakat akan dapat mengetahui bahwa masyarakat Sumsel adalah masyarakat yang telah memiliki peradaban yang tinggi dan nilai nilai budaya ini akan mengkokohkan identitas masyarakat sumsel khususnya atau masyarakat Indonesia umumnya sebagai bangsa yang besar” demikian disampaikan oleh Dr.Husni Tamrin. “ Maka harapan Gubernur H.Herman Deru adalah, agar Sumsel segera dapat memiliki informasi mengenai kebudayan aslinya dalam sebuah Bank Data seperti tari-tarian, makanan, pakaian dan sebagainya, sehingga dengan adanya Bank Data tersebut, dapat dibuatkan suatu konsep untuk rencana pelestarian dan pengembangannya kedepan.” Lanjutnya.

Mengenai gerak yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) yang konsen pada Pelestarian Kebudayaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, Dr. Husni Tamrin menyampaikan bahwa telah mulai bergerak pada awal tahun 2015 yang lalu, Yayasan Malaya semenjak berdirinya giat melaksanakan kegiatan kebudayaan seperti seminar-seminar baik seminar Nasional maupun Internasional bertema kemelayuan, dengan berkerjasama dengan berbagai pihak, seperti FIB Universitas Indonesia dan Universitas Sriwijaya. Dibidang Lingkungan Hidup. Malaya salah satu organisasi yang gencar dalam melakukan penanggulangan Asap pada tahun 2015, hingga sempat diundang oleh Menkopolhukam saat itu Bapak Luhut Panjaitan untuk bersama-sama dengan Universitas Sriwijaya memaparkan mengenai penanggulangan kebakaran Hutan Gambut di Sumatera
“Alhamdulillah, dalam mengembangkan Yayasan ini, kami banyak mendapat banyak dukungan. Insya Allah harapan kami kedepan, dengan dukungan yang ada, Yayasan ini dapat menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di sumatera selatan.” Pungkasnya. 

(Visited 71 times, 1 visits today)
Silaturahmi Pengurus MALAYA dengan Gubernur Sumatera Selatan

Tulisan Terkait

  • Tidak Ada Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *