Home / Sejarah Masakan / “Gulo Puan” Istimewa dari Kesultanan Palembang Darussalam
3 Juni, 2016

“Gulo Puan” Istimewa dari Kesultanan Palembang Darussalam

Posted in : Sejarah Masakan on by : makan makan

Ada yang tau Gulo Puan? Jawabnya ada yang iya bisa juga  tidak, maklum gulo puan ini memang salah satu makanan langka di Palembang, penjual dan pembuatnya juga sangat sedikit, bahkan untuk mendapatkan gulo puan ini harus menunggu hari jumat, dan membelinya dikawasan Masjid Agung Palembang. Sebenarnya gulo dalam bahasa Palembang berarti gula, sedangkan puan artinya susu, jadi gulo puan adalah gula susu.  Dinamakan gulo puan karena makanan yang sangat manis ini terbuat dari bahan gula dan susu kerbau saja. Dimasak berbentuk karamel, rasanya sangat nikmat, bisa dijadikan campuran atau olesan roti, bisa juga sebagai campuran untuk membuat kue delapan jam.

Menurut cerita dari leluhur, dulunya Gula Puan hanya dikonsumsi oleh para Sultan di Kesultanan Melayu. Yang merupakan penganan istimewa, sehingga tidak mengherankan harga pada saat itu sangatlah mahal. Sekarang di tahun 2012, Gula Puan sudah menjadi penganan khas masyarakat Palembang. Tetapi sudah sangat langka karena harganya mahal. Mahalnya Gula Puan ini membuat makanan ini menjadi berkelas. Untuk mendapatkannya pun sangat terbatas, karena tidak dijual bebas, cuma dijual di Pelataran Mesjid Agung Palembang dan cuma pada hari Jumat saja. Waktunya pun terbatas jelang pagi dilaksanakannya Sholat Jumat hingga berakhirnya sholat.

Gulo puan merupakan makanan yang sangat istimewa dijaman Kesultanan Palembang Darussalam, istimewa dikarenakan bahan dari makanan ini sangat mahal, bayangkan untuk bahan susu, tidak bisa menggunakan susu sapi, karena harus menggunakan susu kerbau rawa.

Karena menggunakan bahan yang mahal, jadi wajar saja bila gulo puan ini jugo harganya mahal di pasaran, untuk sekilo gulo puan bisa berkisar antara harga 150 sampe 175 ribu rupiah.

Pembuat gulo puan tidak ada di Palembang, tetapi bisa kita jumpai di Desa Pulo Layang, Pangpangan , Kabupaten Ogan Komering Ilir, desa yang terletak di tengah rawa inilah satu-satunya tempat produksi gulo puan di Sumsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *