Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA)
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
» Info Hotel di kota Palembang
» Download

Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) Cabang Kabupaten Sambas akan melakukan kunjungan pada situs-situs sejarah dan melakukan inventarisasi terhadap situs tersebut. Yayasan Malaya adalah sebuah organisasi yang bergerak pada bidang Sosial, Budaya dan Sejarah. Organisasi ini berpusat di Palembang, Sumatra Selatan. Dalam tahun 2017 yang lalu, lembaga ini gencar melakukan perluasan organisasi sehingga terbentuklah di wilayah Kalimantan Barat yang berpusat di Sambas. Yayasan Malaya Cabang Sambas diketuai oleh Dr. Sunandar, M. Hum, salah satu Sejarawan IAIS Sambas.

Dalam keterangannya, Yayasan Malaya Cabang Sambas telah lama dibentuk di Sambas, akan tetapi masih terbatas pada kegiatan-kegiatan diskusi sesama anggota pengurus dan para mahasiswa Sejarah yang terdapat di Sambas. Keterbatasan kegiatan tersebut menurutnya dikarenakan keterbatasan finansial dan aspek pendukung lainnya. Dari keterbatasan tersebutlah sehingga Yayasan Malaya Cabang Kabupaten Sambas membuat terobosan baru dengan mengajukan bantuan kegiatan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat, hasilnya proposal Malaya Cabang Kabupaten Sambas diterima dan difasilitasi oleh Pemerintah melalui program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Komunitas Kesejarahan Tahun 2019.

Program yang diajukan berupa kunjungan, inventarisasi dan Seminar Sejarah. Kegiatan kunjungan dan inventarisasi situs sejarah direncanakan dilaksanakan pada 7-8 September 2019 di dua daerah yang berbeda, yaitu di Kota Lama Kecamatan Galing dan Kota Bangun di Kecamatan Sebawi. Dua daerah tersebut dipilih oleh Malaya Sambas dikarenakan oleh historitas tempat tersebut, yaitu merupakan daerah terawal dalam pembentukan Peradaban masyarakat Melayu Sambas terutama persentuhannya dengan Islam. Di Kota Bangun terdapat Masjid Raden Sulaiman atau sekarang disebut masyarakat dengan Surau Raden Sulaiman, posisinya persis tepat berada di depan simpang tiga Sungai Sambas Besar, Sungai Sambas Kecil dan Muara Sungai Sambas yang mengarah ke laut. Sementara Kota Lama merupakan daerah bekas istana Kerajaan Sambas masa pra-Islam Ratu Sepudak.

Dalam kegiatannya, Yayasan Malaya Cabang Sambas menggandeng beberapa organisasi kepemudaan yang konsen dalam kajian Sejarah terutama Sejarah Lokal seperti Kelompok Studi Agama, Budaya dan Sejarah (Sambas), Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kabupaten Sambas, Perhimpunan Mahasiswa Sejarah IAIS Sambas dan lain sebagainya.

Kegiatan yang dalakukan bertujuan untuk mengeksplore lebih jauh peningggalan-peninggalan sejarah yang ada, menurut Dr. Sunandar bahwa kajian tentang Sejarah Sambas terutama yang berhubungan dengan proses awal masuknya Islam di daerah ini masih belum tersentuh dengan baik, beberapa tulisan sejarah Sambas menurutnya masih dalam periode Islam, yaitu sejak beralihnya kekuasaan pemerintahan Sambas dari Kota Lama ke Lubuk Madung yang ditandai dengan perubahan sistem pemerintahan dari pra-Islam kepada Islam, padahal menurutnya jika dilihat proses penyebaran Islam itu dilakukan melalui berberapa tahap, ketika Islam menjadi ciri dalam pemerintahan kerajaan lokal menandakan bahwa islam telah kuat dan mengakar di sebuah daerah. Kunjungan dan inventarisasi yang dilakukan oleh Malaya Cabang Sambas tersebut adalah bertujuan untuk merangkai bagaimana proses Islamisasi yang terjadi melalui peninggalan-peninggalan sejarah yang terdapat pada dua daerah tersebut.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh Mahasiswa Sejarah, akan tetapi didukung pula oleh para Dosen Sejarah di IAIS tambah Dr. Sunandar.

• telah dilihat 16 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Yayasan MALAYA Sambas Lakukan Kunjungan dan Inventarisasi Situs Sejarah

Tulisan Terkait

Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *