» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Nishfu Sya’ban merupakan istilah untuk pertengahan bulan Sya’ban, salah satu nama bulan dalam kalender hijriah, yang jatuh setiap tanggal 15 Sya’ban. Tercatat dalam sejarah kaum muslimin ada yang berpendapat bahwa pada saat itu terjadi pemindahan kiblat kaum muslimin dari baitul maqdis ke arah masjidil haram. Abu Hatim al Bistiy mengatakan bahwa kaum muslimin melaksanakan shalat menghadap Baitul Maqdis selama 17 bulan 3 hari. Kedatangan Rasul saw ke Madinah adalah pada hari senin, di malam ke 12 dari bulan Rabi’ul Awal. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk menghadap ke arah ka’bah pada hari selasa di pertengahan bulan sya’ban. (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an jilid I hal 554).

Ada beberapa rangkaian idabah dan ritual yang dilakukan oleh kaum muslimin pada malam nishfu sya’ban yang pada tahun ini jatuh pada Sabtu malam, 21 Mei 2016, dan masing-masing ulama memiliki pendapat yang berbeda. Keutamaan malam nisfu Sya’ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut Imam Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

Bertepatan dengan malam nishfu sya’ban tahun ini, jamaah Majelis Dzikir Tareqat Syattariyah yang tergabung dalam Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA), pada Sabtu malam, 21 Mei 2015, mengadakan peringatan malam nishfu sya’ban di Sekretariat Yayasan Malaya, Jalan Kolonel Iteh Zen, Candi Walang, Palembang.

Ritual diawali dengan sholat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan sholat sunnah rawatib dan sholat sunnah awwabin. Selepas ini, dilanjutkan dengan pembacaan surah Yaa-Siin sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Malaya Tuanku Cahya Penghulu Bathara Semar Malaya dan pembacaan do’a.

Setelah menyelesaikan bacaan surah Yaa Siin, kami pun melanjutkan rangkaian kegiatan malam nishfu sya’ban ini dengan sholat Isya berjamaah yang diimami oleh Ketua Yayasan Malaya, sholat sunah rawatib dan disambung dengan tawajuhan Dzikir Tareqat Syattariyah dan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW. Ritual malam nishfu sya’ban ditutup dengan santap malam berjamaah oleh seluruh jamaah yang hadir. Barokallahu.

Wallahu a’lam

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319)

• telah dilihat 138 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Peringatan Malam Nishfu Sya’ban 1437 H

Tulisan Terkait

Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *