Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

Setiap bangsa dalam dunia, walaupun primitif, mempunyai kosmologi tersendiri. Setiap bangsa, baik yang berdasarkan kitab wahyu, mitos maupun falsafah pemikiran turun temurun, mempunyai tanggapan tersendiri tentang penciptaan alam semesta dan pemikiran yang berkaitan dengannya. Begitu juga dengan semua daerah dan suku yang berada dalam naungan Nusantara ini. Seperti masyarakat Melayu dan Jawa yang memiliki populasi terbesar di Nusantara, mereka memiliki cara pandang sendiri terhadap diri mereka dan cara pandang mereka terhadap alam semesta dimana mereka berada.

Bagi orang Melayu dan Jawa tradisional, mereka melihat alam semesta ini penuh dengan makna, nilai, simbolisme, gurindam, dan syair. Penghayatan pandangan ini, misalnya, dapat diperhatikan secara praktis dalam kehidupan seharian dan kemasyarakatan mereka.

Perkembangan semiotik dan kosmologi kebudayaan generasi-generasi tersebut menyerap di berbagai unsur yang datang dari luar ruang budaya Melayu dan Jawa asli. Unsur-unsur luar tersebut datang daripada timur dan barat. Hindu, Buddhis, Islam dan Barat memberiakan pengaruh yang kuat kepada pembentukan semiotik dan kosmologi Nusantara.

Seiring dengan perkembangan zaman yang diiringi dengan perkembangan teknologi dan globalisasi di semua tempat, maka terjadi pergeseran nilai-nilai dan pemaknaan manusia nusantara terhadap alam semesta ini. Terjadi lah pengikisan terhadap minat budaya dan jiwa spiritual bangsa Indonesia dan digantikan dengan pola pikir yang materialistis dan sekuleristik. Menjadikan manusia Indonesia (Melayu dan Jawa) meninggalkan pemaknaan atas hakikat sesuatu hal, tetapi lebih fakus pada materi yang ada dan meninggalkan nilai-nilainya.

Sehubungan dengan itu, agar adanya upaya-upaya pelestarian dan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kosmologi asli Nusantara yang mulai luntur di masyarakat Nusantara, Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) dan Sriwijaya Supranaturalis Community (SSC) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumsel mengadakan suatu seminar yang khusus mengangkat nilai-nilai kosmologi Melayu dan Jawa, dengan tema “KOSMOLOGI BUDAYA NUSANTARA (KOSMOLOGI MELAYU DAN KOSMOLOGI JAWA)”.

20160415173449

Kegiatan seminar berlangsung pada Sabtu, 23 April 2016 di Rumah Makan Kemangi yang beralamat di Jalan Demang Lebar Daun Nomor 112, Palembang, persis di depan SPBU Demang Lebar Daun. Seminar dihadiri tak kurang dari 100 orang yang terdiri dari dosen, mahasiswa, budayawan, aktivis serta penggiat di sektor budaya dan supranatural, tanpa dipungut biaya.

Registrasi Peserta Seminar Kosmologi Budaya Nusantara  |  23 April 2016
23 April 2016 | Registrasi peserta seminar Kosmologi Budaya Nusantara 23 April 2016 | Registrasi peserta seminar Kosmologi Budaya Nusantara 23 April 2016 | Registrasi peserta seminar Kosmologi Budaya Nusantara

Kegiatan seminar dibuka secara resmi pukul 09.00 WIB oleh Ketua Panitia Seminar Kosmologi Budaya Nusantara, R. Suhartono dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Mursyid TQN Syeikh Wihdatul Wujud Cahyadi Effendi dari Sumedang.

23 April 2016 | Pembawa acara seminar, pembukaan seminar oleh Ketua Panitia Seminar dan pembacaan doa
23 April 2015 | Pembawa acara seminar Kosmologi Budaya Nusantara 23 April 2016 | Pembukaan seminar Kosmologi Budaya Nusantara oleh Ketua Panitia Seminar 23 April 2016 | Pembacaan doa

Dua puluh menit berselang, acara berlanjut dengan sesi pemaparan makalah yang dibagi menjadi 4 (empat) sesi. Sesi pertama, pemaparan makalah oleh Budayawan dan Sejarawan Melayu, Tengku Muhammad Muhar (Suhu Omtatok) dan dipandu oleh moderator Triyono. Narasumber sesi petama ini tercatat sebagai Ketua Pusat Kajian Sumatera Timur, Ketua Pusat Kajian Puak Melayu dan Ketua Bidang Kajian dan Pelestari Budaya Pusat Kajian Pengembangan dan Pelestari Budaya Melayu (PKP2BM). Tema yang diangkat oleh Tengku Muhar adalah “Nilai-nilai Spiritual dalam Budaya Melayu”.

23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Tengku Muhammad Muhar
23 April 2016 | Makalah sesi pertama oleh Tengku Muhammad Muhar 23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Tengku Muhammad Muhar 23 April 2016 | Sesi tanya jawab pada pemaparan makalah oleh Tengku Muhammad Muhar
23 April 2016 | Sesi tanya jawab dari peserta seminar 23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Tengku Muhar

Selepas pemaparan makalah sesi pertama, acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari panitia penyelenggara kepada narasumber dan sesi rehat kopi.

23 April 2016 | Penyerahan cinderamata dari panitia seminar kepada para narasumber; Tengku Muhammad Muhar (kiri); Ki Supriyadi (tengah); dan Kisawung Saung Rahsa (kanan)
23 April 2016 | Penyerahan cinderamata kepada narasumber Tengku Muhammad Muhar 23 April 2016 | Penyerahan cinderamata kepada narasumber Drs. Supriyadi, M.Pd 23 April 2016 | Penyerahan cinderamata kepada narasumber Kisawung Saung Rahsa
Penyerahan cinderamata kepada Tengku Muhar Penyerahan cinderamata kepada Ki Supriyadi Penyerahan cinderamata kepada Kisawung
23 April 2016 | Foto sesaat setelah penyerahan cinderamata. Ki-ka: Bachrin Firdaus; Bhatara Semar Malaya; Kisawung; Tengku Muhar; Ki Supriyadi; R. Suhartono

Pukul 10.50 WIB, sesi kedua pemaparan makalah dilanjutkan dengan narasumber Drs. Supriyadi, M.Pd, seorang Budayawan dan Pakar Filsafat Jawa, dengan tema “Nilai-nilai Spiritual dalam Budaya Jawa” dan dipandu oleh moderator R. Suhartono. Setelah diskusi panel sesi kedua berakhir, acara dilanjutkan dengan atraksi budaya Kuda Lumping dan makan siang.

23 April 2016 | Sesi kedua pemaparan makalah oleh Drs. Supriyadi, M.Pd
23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Drs. Supriyadi, M.Pd 23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Drs. Supriyadi, M.Pd 23 April 2016 | Sesi tanya jawab
23 April 2016 | Atraksi budaya ‘Kuda Lumping’ pada Seminar Kosmologi Budaya Nusantara
23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping 23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping 23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping
23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping 23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping 23 April 2016 | Atraksi budaya Kuda Lumping
23 April 2016 | Makan siang para peserta seminar

Pukul 13.00 WIB, sesi ketiga pemaparan makalah dilanjutkan dengan narasumber Ki Yatin Tukidjo Hadi Karsono, yang tercatat sebagai Budayawan dan Pakar Wayang Nusantara, dipandu oleh moderator Bram Martian dengan tema “Mengenal Wayang Indonesia”.

23 April 2016 | Sesi ketiga pemaparan makalah oleh Ki Yatin Tukidjo Hadi Karsono
23 April 2016 | Sesi ketiga pemaparan makalah oleh Ki Yatin Tukidjo 23 April 2016 | Penyerahan cinderamata kepada narasumber Ki Yatin
23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Ki Yatin 23 April 2016 | Penyerahan cinderamata kepada Ki Yatin 23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Ki Yatin

Selepas sesi ketiga ini, acara dilanjutkan dengan atraksi pencak silat dan tenaga dalam dari Perguruan Silat Fii Sabilillah.

23 April 2016 | Atraksi pencak silat dan tenaga dalam dari Perguruan Fii Sabilillah
23 April 2016 | Atraksi pencak silat Fii Sabilillah 23 April 2016 | Atraksi pencak silat dari Fii Sabilillah 23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam dari Fii Sabilillah
23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam Fii Sabilillah 23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam Fii Sabilillah 23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam Fii Sabilillah

Sesi akhir pemaparan makalah oleh Kisawung Saung Rahsa, seorang Praktisi dan Paranormal, didampingi oleh Ustadz Elly Yuliansyah dari Perguruan Al-Hikmah Ababil dan dipandu oleh moderator Muchlis dengan tema “Tenaga Dalam dan Silat dalam Budaya Melayu dan Jawa”. Sesi akhir pemaparan makalah ini  ditutup dengan atraksi tenaga dalam dari Perguruan Ababil, Muara Enim. Menjelang pukul 16.00 WIB, seminar ditutup secara resmi.

23 April 2016 | Sesi keempat pemaparan makalah oleh Kisawung Saung Rahsa
23 April 2016 | Pemaparan makalah oleh Kisawung Saung Rahsa 23 April 2016 | Kisawung Saung Rahsa 23 April 2016 | Pemaparan makalah sesi keempat oleh Kisawung
23 April 2016 | Sesi tanya jawab 23 April 2016 | Sesi keempat pemaparan makalah oleh Kisawung 23 April 2016 | Sesi tanya jawab

 

23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam oleh Kisawung dibantu Perguruan Ababil
23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam oleh Perguruan Ababil 23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam oleh Kisawung 23 April 2016 | Atraksi tenaga dalam yang ditampilkan oleh Kisawung bersama Perguruan Ababil
23 April 2016 | Seminar Kosmologi Budaya Nusantara
23 April 2016 | Panitia seminar 23 April 2016 | Rumah Makan Kemangi 23 April 2016 |Peserta seminar
23 April 2016 | Peserta seminar 23 April 2016 | Kisawung (kiri) dan Tengku Muhar (kanan) 23 April 2016 | Tamu undangan yang hadir pada acara seminar
23 April 2016 | Panitia seminar foto bersama salah satu narasumber Drs. Supriyadi, M.Pd 23 April 2016 | Bazaar seminar 23 April 2016 | Sesi tanya jawab
23 April 2016 | Bathara Semar Malaya (kanan); Tengku Muhar Suhu Omtatok (tengah): Panglima Nalo (kiri) 23 April 2016 | Kemangi Restaurant 23 April 2016 | Bathara Semar Malaya dan Kisawung Saung Rahsa

 

23 April 2016 | Salam takzim

Wallahu a’lam

taken by alhasby phothography
Link Download Makalah Seminar »
Makalah Tengku Muhammad Muhar Nilai Nilai Spiritual dalam Budaya Melayu  «download»
Makalah Ki Supriyadi Nilai Nilai Spiritual dalam Budaya Jawa  «download»
Makalah Ki Yatin Mengenal Wayang Indonesia  «download»
• telah dilihat 338 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Seminar Kosmologi Budaya Nusantara (Kosmologi Melayu dan Jawa)

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *