» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

20160415173633

Pasar Cinde direncanakan menjadi salah satu halte pemberhentian Light Rail Transit (LRT) yang akan membentang dari Jakabaring Sport City (JSC) ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Terkait dengan itu, Pasar Cinde akan direnovasi menjadi pasar modern dan akan menjadi pusat bisnis serta kawasan dagang dan jasa berskala internasional.

Terkait rencana pembangunan ini, Yayasan Malaya bersama sejumlah pemerhati sejarah dan budaya, perwakilan ormas dan lembaga kemasyarakatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Sejarah dan Cagar Budaya Palembang, melakukan musyawarah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada hari Jumat, 15 April 2016. Musyawarah yang juga dihadiri oleh ahli sejarah dari Universitas Sriwijaya, Dr. Farida, M.Si, dimulai pukul 15.00 WIB dengan agenda utama adalah membahas pemeliharaan dan pelestarian peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam terkait pembangunan Mall di Pasar Cinde Palembang, yang berdekatan dengan Makam Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam.

Sebagaimana diketahui, bahwa Sultan Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam atau biasa disebut dengan Ki Mas Hindi adalah sultan pertama Kesultanan Palembang Darussalam. Pada tahun 1675, Sultan Abdurrahman mendirikan Kesultanan Pelimbang Darussalam dan memproklamirkan dirinya selaku SUSUHUNAN Pelimbang Darussalam. Lokasi istananya adalah pada lokasi sekolah HIS Kebon Duku 24 ilir Palembang di zaman Hindia Belanda atau lokasi SMP Negeri Kebon Duku Palembang. Beliau dimakamkan di pemakaman Cinde Walang di belakang Pasar Cinde. Sultan Abdurrahman memerintah selaku Raja Pelimbang ke X selama 16 tahun, (1659 – 1675) dan memerintah Selaku Sultan Pelimbang Darussalam selama 23 tahun (1675 – 1698).

Sudah semestinya, kita sebagai generasi penerus, tidak melupakan dan mengabaikan begitu saja keberadaan makam bersejarah ini yang mempunyai nilai historis tinggi dengan perjalan kota Palembang ini. Pemerintah dan unsur terkait diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada di kota Palembang ini.

Wallahu a’lam

musyawarah

musyawarah

• telah dilihat 166 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Musyawarah Masyarakat Peduli Sejarah dan Cagar Budaya Palembang

Tulisan Terkait

Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *