Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

seminar_panelis_unsri

Nilai-Nilai Budaya Sumsel dan Lingkungan
Dr. Farida R, M.Si
Dosen FKIP UNSRI

Makalah ini disampaikan oleh Dr. Farida, M.Si pada kesempatan Seminar Nasional Peringatan Hari Bumi dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” tanggal 23 Maret 2016 di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR), Palembang, yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata RI dan Ametis Institute.

Gua Harimau (3000 tahun yang lalu)

Tinggalan di Gua Harimau dengan 78 rangka manusia dan 35 gambar dinding gua (keyakinan masyarakat bahwa di gua tersebut tempat tinggal harimau sehingga tidak ada yang berani menjamahnya).

Sisa Tiang Rumah di Karang Agung Tengah (abad 4) >> masyarakat yang dapat beradaptasi dengan lingkungan rawa dan mengadakan hubungan dagang dengan India dan Cina. Di Sungsang: manfaatkan pohon nibung sebagai tiang rumah dengan kondisi terbalik.

Prasasti Talang Tuo (684 M)

  1. Tahun Saka 606, hari kedua paruh terang (Caitra)
  2. Taman Śrīksetra (Sri Baginda Śrī Jayanāga).
  3. kelapa, pinang, hanau/enau, sagu/rumbia, dan bermacam-macam pohon, bambu haur, buluh, dan pattum, dsb;
  4. taman-taman lainnya dg bendungan-bendungan dan kolam-kolamnya
  5. Semua amal u/kebaikan (ladang dan kebun luas) u/semua makhluk dan jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan (lapar, haus, istirahat).
  6. Subur semua ternak.
  7. Tidak terkena malapetaka,
  8. Planet dan bintang menguntungkan

Prasasti Ligor (775 M)

1). Raja Sriwijaya dikiaskan bagai “laut yang luas”
2). Raja pelindung orang miskin bagai “pohon rindang” di saat matahari terik
3). Raja bagai Manu yang memberi kecantikan pada tumbuh-tumbuhan.

Undang-Undang Simbur Cahaya

Terdiri dari 6 bab dan 178 pasal:

Bab I “Aturan Bujang Gadis & Kawin”
Bab II “Aturan Marga”
Bab III “ Aturan Dusun & Berladang”
Bab IV “Aturan Kaum”
Bab V “Adat Perhukuman”
Bab VI “ Aturan Bahagi Uang Denda”

Aturan Marga:

  • Pasiran dan Proatin wajib pelihara jalan-jalan, dan membuat jembatan di tiap sungai dengan galarnya papan dan blandarnya kayu yang awet (pasal 3).
  • Batang klutum, kulim, tembesu tidak boleh ditebang jika tak ada izin (pasal 25).
  • Kulit ngerawan tidak boleh diambil, kecuali dengan batangnya untuk rumah (pasal 26).

Bab III  “Aturan Dusun dan Berladang”

  • Tiap tahun proatin membagi tanah untuk berladang dan peladang wajib memelihara ladangnya (pasal 15)
  • Larangan memanen kapas sebelum masak (pasal 16)
  • Larang terima panjar atas tanaman yang belum masak (Pasal 17).
  • Jika berladang di pinggir sungai, batang kayu yang rubuh di darat tidak boleh dibuang ke sungai (pasal 19).
  • Jika orang membakar untuk berladang dan menjalar ke sebelahnya, maka didenda (6-12 R) dan ganti rugi (Bab II. pasal.20).
  • Orang yang mencuri pohon sialang, denda 20-40 R (ps. 32).
  • Menebang batang sialang, bangun 40 R pd pemilik, denda 12 R untuk pasirah proatin (Bab V pasal 48)
  • Larangan nubai sungai (pasal 33)

Nilai-Nilai

  • Sumpah: Prasasti Sriwijaya, Bukit Siguntang
  • Kepercayaan pada kekuatan alam, binatang dan mahluk halus (tanda-tanda alam, jelmaan: harimau= nenek, buaya putih penunggu sungai)
  • Penghormatan terhadap leluhur (tempat keramat=  kuburan moyang/puyang, petilasan tokoh penting/penyebar agama) >> terjaga.

Pepatah Jeme Tue dari Besemah/Pasemah

“jangan ngeghuh ulu mandian”
(Jangan membuat keruh hulu pemandian)
“jangan menghetak jambat”
(jangan merusak jembatan bambu/kayu)

Tanggo takat – tanggo buntung
tanggonyo rajo-rajo
kalu nak
jadi wong beruntung
payu dijago budayo kito

Jika pemegang cap melakukan tindakan tercela, maka pasirah/pembarab ikut bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.

Provinsi Sumatera Selatan  menempatkan UUSC sebagai akar dalam usaha mengembangkan dan membina budaya daerah.

Wallahu a’lam

• telah dilihat 221 kali • total 6 kunjungan untuk hari ini •
Nilai-Nilai Budaya Sumsel dan Lingkungan

Tulisan Terkait

Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *