Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

seminar_panelis_sesi_2

Managing Natural Resource; A Social Learning Perspective
Adam Bakhtiar
Green Knowledge Technology

Dirangkum dari makalah Adam Bakhtiar yang disampaikan pada kesempatan Seminar Nasional Peringatan Hari Bumi dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” tanggal 23 Maret 2016 di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR), Palembang, yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata RI dan Ametis Institute.

Pengelolaan Sumber Daya Alam adalah kepentingan seluruh umat manusia.

Mengutip dari pernyataan Leonardo di Caprio, “Climate change is real. It is happening right now … We need to support leaders around the world who do not speak for the big polluters or the big corporations, but who speak for all of humanity.”

  

Beberapa hal yang dapat menimbulkan dampak sosial adalah:

  • Proses alamiah alam, berupa bencana alam seperti gempa, longsor, banjir; kebakaran hutan dan jatuhnya benda dari luar angkasa (meteor)
  • Perilaku Manusia, menckaup eksploitasi besar-besaran sumber daya alam, khususnya tanah dan air, hilangnya keanekaragaman hayati, menyempitnya lahan akibat urbanisasi, industrialisasi dan perubahan iklim

Berikut ilustrasinya

Berikut contoh ilustrasi eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA)

Tidak menutup kemungkinan bahwa 15 tahun kemudian, 3 Milliar manusia seluruh dunia kekurangan air.

Ketersediaan Energi

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Komunitas

Sebagai contoh adalah Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro, yang dibangun Tahun 2009 oleh Mahasiswa Universitas Muhamamdiyah Malang, dengan biaya ±500 juta, dan mendapat bantuan dari Bank Dunia & Pemerintah Australia. Hal ini dimungkinkan dengan debit air yang stabil baik di musim kemarau maupun musim hujan.

Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 35 KWA.

  • Menggerakkan dua pompa air
  • Mengaliri air bersih ke 1500 pelanngan di 4 desa di sekitar Sumber Maron
  • Akses air bersih dan Sanitasi
  • Hemat 20 juta / bulan
  • Maintenance murah
  • Ramah lingkungan
  • Dikelola secara swadaya
  • Tempat wisata
  • Aktivitas ekonomi meningkat, Economic rate of return

Kendala yang dihadapi:

  1. Kondisi sosial budaya mempengaruhi perspektif dalam melihat SDA
  2. Tingkat pendidikan
  3. Dorongan ekonomi

Tantang ke depan:

  1. Great idea
  2. Kapabilitas & penguasaan teknologi
  3. Sumber daya manusia
  4. Pembenahan perizinan lahan dan usaha daerah.
  5. Mengembangkan pola kemitraan & pendanaan efektif

Wallahu a’lam

 

• telah dilihat 212 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Managing Natural Resource; A Social Learning Perspective

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *