» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Prospek Pengembangan Energi Alternatif sebagai Pilihan Pembangunan Berkelanjutan di Sumsel
oleh Ir. H. Ishak Mekki, MM
Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan

Makalah disiapkan untuk Seminar Nasional Peringatan Hari Bumi dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” tanggal 23 Maret 2016 di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR), Palembang, yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata RI dan Ametis Institute.

Pendahuluan

Bumi merupakan planet ke-3 dari matahari, tempat jutaan species hidup termasuk manusia, memiliki lapisan udara dan medan magnet, dengan garis pusat 12.756 km. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Tujuan Peringatan Hari Bumi

  • Adalah untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali manusia
  • Semangat ini sama dengan semangat peringatan hari lingkungan hidup, yaitu meningkatkan kesadaran untuk menjaga, merawat serta melestarikan lingkungan hidup.
  • Kerusakan bumi terjadi akibat kesadaran manusia untuk menjaga, merawat serta melestarikan fungsi lingkungan hidup menurun

Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi ke dalam strategi pebangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Pengelolaan Energi

Tujuannya adalah untuk mewujudkan kedaulatan energi, yaitu kemampuan untuk mengendalikan sumber daya energi dan distribusi energi. Faktor penting dalam kedaulatan energi adalah kemandirian dan ketahanan energi. Ketahanan energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk merespon dinamika perubahan energi global (eksternal) dan kemampuan untuk menjamin ketersediaan energi dengan harga yang wajar (internal).

Potensi Energi di Sumsel

Minyak bumi : 812.960 MSTB
Gas bumi : 19.149 BSCF
Batubara : 22,24 MT
CBM : 183 TCF
Panas bumi : 1.885 Mwe
Tenaga air : 171 MW
Energi surya : 4,95 kwh/m2 (radiasi)
Gambut : 1.050.000 ha

Potensi Energi Bio Energi:

  • Lahan Sawit di tahun 2014 : 982.171 hektar
  • Per hektar menghasilkan 6 kilo liter CPO, dengan demikian potensi yang dihasilkan sebesar 5. 893.026 kilo liter CPO

Energi fosil yang dimanfaatkan (data BPS, 2015):

  • Batubara : 5,06 Miliar Ton
  • Gas : 623,480 MMSTB
  • Minyak : 27.160.000 Barel/hari
  • Produksi Batubara /tahun : + 27,004 juta ton

Kebutuhan energi dunia sampai tahun 2030 naik sekitar 45% atau rata-rata per tahun naik 1,6 % dan 80% adalah Energi Fosil. Konsumsi nasional minyak bumi rata-rata 1,3 juta barel per hari dengan laju pertumbuhan 1,5%.

Dampak (Masalah) Eksplorasi Energi Fosil

  • Kerusakan lahan
  • Kontibusi Emisi CO2
Emisi GRK daari sektor Energi Berdasarkan BAU Base Line
  • Energi Fosil Terbatas (Not Renewable)
Ketergantungan semakin tinggi sementara cadangan seamakin terbatas

Potensi Energi Terbarukan secara Nasional

Peta Pemanfaatan Sumber Energi

Peluang Pengembangan Energi EBTKE

Secara global, pengaruh isu lingkungan dan prisip pembangunan berkelanjutan semakin mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif EBT dalam berbagai skala. Kondisi keenergian nasional saat ini, mengharuskan terjadinya perubahan pendekatan dalam pengelolaan energi nasional (tekanan subsidi energi fosil terhadap anggaran Pemerintah semakin meningkat, kebutuhan energi yang tinggi, dll). Pemahaman masyarakat mulai meningkat untuk memanfaatkan EBT dan melakukan pengehematan energi. Potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia melimpah. Potensi penghematan energi cukup tinggi sehingga pendekatan kebijakan insentif yang tepat akan mendorong inventasi di bidang konservasi energi.

Paradigma Pengelolaan Energi

Target Pengembangan EBTKE

Arah Kebijakan

  • Sistem Investasi dan Pendanaan yang mendukung pengembangan EBTKE
  • Penyiapan mekanisme Insentif dan Disinsentif untuk penerapan teknologi EBTKE
  • Penerapan sistem princing (feed-in tarif, green energy certificate) yang mendorong pengembangan EBTKE
  • Penyusunan harga energi yang memperhitungkan biaya eksternal seperti biaya lingkungan, carbon tax, biaya pengganti
  • Standardisasi peralatan pemanfaatan energi dan teknologi EBTKE
  • Penelitian dan pengembangan (litbang) dan pendidikan dan pelatihan EBTKE
  • Peningkatan kapasitas kelembagaan EBTKE

Implementasi di Sumsel

  • Panas Bumi

  • Mikro Hydro

  • PLTS Individu

  • PLTS Terpusat

Kesimpulan

  • Provinsi Sumsel menyadari kebijakan energi Sumsel tidak lepas dari kebijakan energi nasional.
  • Provinsi Sumsel sebagai lumbung energi selama ini mengandalkan energi fosil (batubara) yang terbatas dan tidak ramah lingkungan.
  • Potensi energi EBT cukup berlimpah termasuk biomas dari limbah sawit akan didorong pemanfaatannya secara maksimal untuk mempertahankan Sumsel sebagai lumbung energi.
  • Penarikan kewenangan kegiatan pertambangan dari Kabupaten ke Provinsi khususnya batubara merupakan saat yang tepat untuk merubah pemanfaatan energi fosil secara lebih ramah lingkungan (konservasi)
  • Dirgahayu hari bumi semoga kebijakan ini dapat melindungi dari kerusakan yang lebih parah.

Wallahu a’lam

• telah dilihat 197 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Prospek Pengembangan Energi Alternatif sebagai Pilihan Pembangunan Berkelanjutan di Sumsel

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *