» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Pengembangan Energi Panas Bumi

Dirangkum dari makalah Ir. Radikal Utama, Executive Managing Director PT. Supreme Energy, pada Seminar Nasional Peringatan Hari Bumi dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” tanggal 23 Maret 2016 di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR), Palembang, yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata RI dan Ametis Institute.

Model Konseptual Sistem Panas Bumi

Bagan Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Potensi Geothermal di Indonesia

Keunggulan Geothermal

  1. Bebas dari resiko kenaikan (fluktuasi) harga bahan bakar fosil
  2. Tidak memerlukan pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan bahan bakar.
  3. Tidak memerlukan lahan yang luas (small foot print)
  4. Tingkat keandalan yang tinggi. Dapat menjadi alternatif baseload  bagi PLN.
  5. Ramah Lingkungan; sesuai dengan  kebijakan pemerintah dalam me-response isu global warming
  6. Merupakan energi terbarukan
  7. Konservasi bahan bakar fosil

Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

  1. Energy Panas Bumi untuk pembangkit listrik sejak tahun 1933 di Itali,  tahun 1958 di New Zealand, saat ini telah dimanfaatkan di 24 negara termasuk Indonesia.
  2. Di Indonesia, eksplorasi panasbumi pertama kali dilakukan di daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. Salah satu dari lima sumur yang dibor ketika itu sekarang masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam
  3. Mulai tahun 1972 dilakukan secara lebih luas. Direktorat Vulkanologi dan Pertamina, dengan bantuan Pemerintah Perancis dan New Zealand melakukan survey pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia.
  4. Potensi panas bumi yang sangat besar di Indonesia, yaitu sekitar 29.000MW.
  5. Terlambat dikembangkan dibandingkan beberapa negara lain.

Pengembangan Panas Bumi Indonesia

  1. Pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan khususnya panas bumi bukan lagi merupakan suatu pilihan, melainkan satu keharusan atau keniscayaan.
  2. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) baru  mencapai 1.200MW atau sekitar 4% dari total potensi di Indonesia, yang berasal dari 7 proyek panas bumi di Jawa, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara
  3. Pemerintah Melalui Perpres No. 5/2006, telah menetapkan target  kontribusi panas bumi dalam Energy (primer) mix menjadi lebih dari 5% dari  konsumsi energi nasional pada tahun 2025 (9.500MW).
  4. Pemerintah, melalui Perpres 4/2010 dan Permen ESDM 2/2010 telah menetapkan target  pengembangan panas bumi sebesar 3.977MW dalam Proyek Kelistrikan 10.000MW Tahap Kedua (Crash Program II) antara tahun 2010 –2014.
  5. Kebijakan Energi Nasional (Perpres No. 5/2006) memerlukan investasi yang besar dan peran serta Swasta

Supreme Energy Projects

Muara Laboh

  • Location : South Solok – West Sumatra Province
  • PPA signed : 2 March 2012
  • PPA terms : 30 years after Commercial Operation Date (COD)
  • Planned capacity : 2 X 110 MW
  • Joint Venture Partners: Supreme Energy, Engie, Sumitomo

 Rajabasa

  • Location : South Lampung – Lampung Province
  • PPA signed : 2 March 2012
  • PPA terms : 30 years after COD
  • Planned capacity : 2 X 110 MW
  • Joint Venture Partners: Supreme Energy, Engie, Sumitomo

 Rantau Dedap

  • Location : Muara Enim, Lahat, Pagar Alam – South Sumatra Province
  • PPA signed : 12 November 2012
  • PPA terms : 30 years after COD
  • Planned capacity : 2 X 110 MW
  • Joint Venture Partners: Supreme Energy, Engie, Marubeni

It requires 7-8 years to develop greenfield geothermal project (if everything  goes smoothly).

Skema Pengusahaan Geothermal

  1. Uap panas yang dihasilkan praktis hanya digunakan untuk pembangkit listrik.
  2. Sebelum melakukan eksplorasi harus ada kepastian harga jual listrik yang menguntungkan.
  3. Penggabungkan usaha hulu (eksplorasi dan eksploitasi) dengan  hilir (pembangkitan tenaga listrik) merupakan hal yang logis. Dengan demikian  pengusaha yakin bahwa tidak ada keterlambatan didalam pemanfaatan hasil produksi uap.
  4. Pengembangan pengusahaan Geothermal hulu dan hilir secara terpadu di sudah terbukti effective dilaksanakan di Wayang Windu, Darajat-2, Gunung Salak, Kamojang-4 dan Dieng dengan baik.
  5. Kombinasi antara resiko tinggi di hulu dan resiko sedang dan rendah di hilir dapat merupakan kombinasi yang menarik untuk investor. Yang penting adalah harga jual listrik yang mencerminkan keekonomian dengan tingkat resiko tersebut.

Membangun Lingkungan Usaha yang mendukung

1.  PPA – Jaminan Pemerintah

  • PLN sebagai pembeli tunggal listrik yang dihasilkan
  • Projek geothermal pada umumnya berjangka panjang dengan modal awal yang besar

2.  Masalah lahan dan kehutanan

  • Masih merupakan kendala, perlu kepastian aturan
  • Langkah positif dari Pemerintah untuk pemakaian kawasan hutan

3.  Pembangunan infrastruktur pendukung

  • Berpengaruh terhadap biaya investasi

4.  Capacity building

  • Kebutuhan tenaga terlatih yang sangat mendesak
  • Diperlukan crash program – kerjasama Pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi dan industri.

Kepastian  Hukum

  • Investasi  energi terbarukan – investasi jangka panjang
  • Menggunakan asumsi-asumsi jangka panjang
  • Perlu kepastian agar tidak terjadi perubahan yg berdampak pada keekonomian
  • Aturan-aturan baru dari Pemerintah yang berdampak negatif agar dihindari
  • Tindakan-tindakan masyarakat yang menghambat operasi harus dikurangi

Saran-saran

1.  Perlunya komitmen yang kuat terhadap pengembangan panas bumi

  • Jangan terbatas pada retorik semata
  • Perlu tindakan nyata – sense of urgency
  • Komitmen dan koordinasi antar instansi/badan Pemerintah
  • Dialog/partnership antara Pemerintah dng Asosiasi / industri
  • Pentingnya dukungan masyarakat.

2.  Diperlukan kerjasama semua pemangku kepentingan

  • Pemerintah – Kementerian ESDM/Ditjen EBTKE
  • Asosiasi Panas Bumi Indonesia sebagai partner Pemerintah.
  • Dukungan dari perguruan tinggi
  • Masyarakat

Wallahu a’lam

• telah dilihat 294 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Pengembangan Energi Panas Bumi

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *