Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

Green Energy dalam Perspektif Pariwisata dan Budaya melalui Program Empat-i
Drs. Ukus Kuswara, MM

Makalah ini disampaikan pada kesempatan Seminar Nasional Peringatan Hari Bumi dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” tanggal 23 Maret 2016 di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR), Palembang, yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pariwisata RI dan Ametis Institute.

Potensi Green Energy dalam Perspektif Pariwisata dan Budaya

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang kaya akan sumber daya energi baru dan terbarukan dan juga memiliki alam yang sangat indah untuk dijadikan tempat wisata. Potensi NRE (National Renewable Energy) Indonesia bisa mencapai lebih dari 200.000 MW. Saat ini Indonesia baru digunakan 6,8% dari total potensi NRE.

Pengembangan Energi Terbarukan (off grid)

Pengembangan diri Desa Energi yang cukup (Desa Mandiri Energi, DME):

  1. Micro Hydro Power, kapasitastotal: 34 MW
  2. Solar Energy (Photovoltaic), kapasitastotal : 74 MW
  3. Hybrid Solar-EnergiAngin, kapasitastotal: 17 MW
  4. Bio Digester: 3600 Unit

Potensi Energi Air Indonesia

Potensi tenaga air di Indonesia menurut Hydro Power Potential Study (HPPS) pada tahun 1983 adalah 75.091 MW tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Potensi Wisata di Area Pengembangan Energi Air

“Air Terjun Dua Warna” ditemukan di Desa Durin Sirigun, Sumatera Utara, dengan ketinggian 1.270 meter di atas permukaan laut. Namanya terinspirasi oleh dua gradien warna yang dihasilkan oleh kandungan fosfor dan belerang di dalam air, hal ini menyebabkan nuansa abu-abu putih dan biru muda di permukaan airnya.
Wisatawan dapat menikmati indahnya air terjun spektakular di Indonesia, mereka juga dianjurkan untuk berenang dan berkemah di sini, namun perlu diingat bahwa air tidak dapat diminum. Tempat ini mempunyai potensi untuk dijadikan tempat wisata yang eco-friendly dalam skala komersil dengan memanfaatkan energi air untuk sumber listrik.

Air terjun ini adalah “taman hotel” dengan interior sederhana yang eco-friendly. Di sini, para tamu dapat mengasingkan diri dari kesibukannya serta dapat menikmati pemandangan dari teras panorama pulau Negros.
Properti ini indah dikelilingi oleh perkebunan terawat. Berbagai macam tanaman tropis dan bunga yang menawarkan taman yang indah menciptakan suasana yang sempurna untuk menyatu dengan alam.
Tempat wisata geopark seperti ini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi skala komersil sekaligus ditenagai oleh energi baru dan terbarukan sehingga kebutuhan tempat wisata terpenuhi dan juga ramah lingkungan.

Forest Camp, Valencia terletak di Tejero Highland Resort Park and Adventure Park, Philippines. Menurut sensus nasional di tahun 2010, Valencia memiliki populasi 31.477 orang. Kota ini terpilih sebagai kota “hijau dan bersih” pada tahun 2007.
Forest camp ini adalah salah satu tempat eco-tourism di Valencia. Forest Camp-pertama kali dibuka pada tahun 1990, sebagai properti 6.000 meter persegi, saat ini 2,2 hektar lahan adalah camping ground yang luas, dengan 2 rumah besar nipa hut, 4 cottage, rumah pohon, aula konferensi aula kapasitas 250 orang, den backpacker dan asrama yang dapat menampung hingga 20 siswa. Lokasi yang kaya akan sumber daya air seperti Forest Camp dapat menggunakan energi air untuk tenaga listrik selaras dengan rencana pengembangan kota yang hijau dan bersih ini.

Potensi Panas Bumi Indonesia

Potensi Wisata dan Sarana Edukasi di Area Pengembangan Energi Panas Bumi

Peta Potensi Energi Surya

Potensi sumber daya energi surya Indonesia sebesar 4,8kWh/m2 per hari. Untuk memanfaatkan energi tersebut, PLN berupaya untuk mendorong penyebaran instalasi solar PV sebesar 620MW pada tahun 2020 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Potensi Wisata di Area Pengembangan Energi Surya

Desa Wae Rebo, terletak di perbatasan Taman Nasional Komodo. Merupakan desa terpencil yang dikelilingi pegunungan dan panorama hutan tropis lebat di kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores. Tempat ini tumbuh menjadi tujuan favorit untuk eco-tourism.
Teknologi energi terbarukan, Solar PV dapat membantu meningkatkan kelistrikan di desa Wae Rebo dan dapat menarik lebih banyak pengunjung eko wisata ke dalam eco-resort. Contoh desa yang menggunakan technology PV Solar adalah Desa Napuu, Kenya.

Raja Ampat terletak di bagian ujung barat laut dari Semenanjung Kepala Burung di pulau New Guinea, di provinsi Papua Barat di Indonesia. Raja Ampat Nusantara  adalah bagian dari Coral Triangle yang berisi keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia.
Dengan menggunakan PV Solar energy (Off-Grid), maka kebutuhan energi listrik terpenuhi dan mengurangi emisi sekaligus juga dapat tetap menjaga kecantikan alam itu sendiri.

Cloud Nine adalah sebuah pulau terapung berada di pulau kepantaian FIJI yang digunakan untuk restoran. Cloud Nine memiliki fasilitas yang ramah lingkungan sehingga tidak memberikan pencemaran terhadap lingkungan.

Peta Potensi Energi Angin

Potensi Wisata di Area Pengembangan Energi Angin

Program EMPAT-i

Prgram EMPAT-i mencakup dalam:

  1. Pengembangan INFORMASI
  2. Pengembangan IMPIAN
  3. Pengembangan INISIATIF
  4. Pengembangan IHSAN

Wisata EMPAT-i

Fasilitator Empat-i merupakan relawan terlatih. Relawan terlatih ini dikemas menjadi produk Wisata empati. Seperti pada wisata air, wisatawan empati dilatih terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke lapangan. Produk ini selain ekonomi, utamanya adalah menciptakan ikatan sosial yang tinggi antar masyarakat.

Pengembangan Informasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan seminar ataupun melalui dunia maya. Pengembangan impian diterapkan melalui pembentukan sentra pertanian/agrikultur, sentra perkebunan, sentra wisata 7 ekonomi kreatif dan sentra-sentra kegiatan lainnya yang saling berhubungan.

Pengembangan Ihsan dapat dicapai melalui beragam upaya penumbuhan dan penguatan ketaqwaan, keyakinan dan kepercayaan diri untuk bangkit dan memiliki motivasi kuat dalam memanfaatkan potensi dan sumber daya wilayah gunung bagi masyarakat. Bentuk kegiatan dapat berupa achievement motivation training, pelatihan dan pendampingan serta fasilitasi.

Hal ini semua dilakukan melalui suatu konsep perencanaan yang matang dan partisipatif, seperti:

  1. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan
    •  Pelaku wisata lokal
    •  Pelaku wisata non lokal
    •  Masyarakat umum
  2. Identifikasi kepentingan dan kekuatan mereka
  3. Identifikasi media melihat dan cara melibatkan mereka

Wallahu a’lam

• telah dilihat 502 kali • total 2 kunjungan untuk hari ini •
Green Energy dalam Perspektif Pariwisata dan Budaya melalui Program Empat-i

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *