Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA)
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
» Download
--------------------

no-terorisDengan belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa dan lebih dari 250 juta penduduknya, Indonesia merupakan Negara adidaya di bidang Kebudayaan dan telah diakui dunia dalam World Culture Forum (WCF) 2015 lalu. Sayangnya, sampai saat ini kekuatan Indonesia di bidang budaya belum termanfaatkan dengan baik termasuk diantaranya dalam penanggulangan terorisme.

Salah satunya adalah untuk menghadapi fenomena pemberantasan terorisme yang tengah menjadi agenda utama di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya ancaman kelompok militan dari timur tengah, ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Hal itu dapat terlihat dari masih adanya kejadian kegiatan terorisme di Indonesia, seperti ledakan di pos polisi Jl.MH.Thamrin lalu.

Padahal, Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Rabu (16/12/2015) mengatakan, pendekatan agama dan budaya bisa lebih menyentuh akar masalah dari ancaman terorisme. “Masalah yang berkaitan dengan terorisme, radikalisme, ISIS, itu selalu menjadi sebuah topik pembicaraan utama. Dalam forum-forum internasional baik G20, Asian Summit, APEC, juga forum COP 21, itu menjadi sebuah topik utama. Tetapi yang saya tangkap, hampir semuanya, pendekatannya adalah keamanan dan penegakan hukum. Padahal ada hal lain yang bisa kita lakukan. Tidak hanya hard approach tetapi juga soft approach, yang bisa kita kerjakan. Baik yang berupa pendekatan agama maupun pendekatan budaya,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) sebagai organisasi Kebudayaan yang memiliki aktivitas di Indonesia dan merambah ke Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Filipina bahkan sampai Australia, memandang seruan Presiden Jokowi pada tahun lalu sudah sewajibnya diaplikasikan oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) secara serius dan sistematis. Meski demikian pendekatan keamanan juga tetap wajar dilakukan secara terukur sesuai situasi di lapangan untuk memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara.

Pergantian Kepala BNPT sesuai telegram ST/604/III/2016 yang diterbitkan oleh Kapolri hari ini (14/03/2016) dapat dijadikan momentum transformasi sistemik dalam penanganan terorisme di Indonesia. Irjend Pol Tito Karnavian yang saat ini menjabat Kapolda Metro Jaya dan paling banyak menghabiskan karirnya dalam Detasemen Khusus Anti Teror (Densus AT), sewajarnya dapat menunjukan transformasi BNPT sesuai dengan amanat Presiden, yaitu menggunakan pendekatan agama dan Budaya.

Sehingga masalah Terorisme yang merupakan efek dari kejadian di kawasan lain di luar Indonesia (Timur Tengah dan Asia Tengah), tidak menjadi masalah laten yang terus menerus menghantui peradaban Indonesia. Karena dalam akar tradisi budaya Indonesia dan kawasan melayu umumnya, selama ribuan tahun tidak dikenal aktivitas yang disebut Terorisme. Sehingga tidak ada alasan Terorisme terjadi di Indonesia kalau Negara mengedepankan pendekatan Budaya, Budaya Indonesia.

Selamat Bertugas Jenderal Tito!
#
Welly Aprian (Panglimo Nalo)
Ketua Kedatuan Alam Melayu Sriwijaya di Jakarta, Ketua Panitia Hari Bumi 2016
http://www.malaya.or.id

• telah dilihat 79 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
MALAYA: Selamat Jenderal Tito, BNPT Saatnya Bertransformasi

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *