» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Di saat Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki ra mengisahkan dirinya beliau sendiri ketika masih usia muda, yang mana beliau sering diajak oleh abahnya, yakni Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki berziarah ke Madinah yakni ke makam Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam.

Di zaman dahulu, jalan yang ditempuh untuk ke Madinah ialah melewati jalan lama ( Thoriq Qodim ), dinamakan jalan lama dikarenakan pemerintahan Arab Saudi sekitar tahun 1985-an membuat jalan baru dan diberi nama “ Thoriq al-Hijroh “ yang relatif lebih luas dan lebih dekat jarak tempuhnya dibandingkan dengan jalan lama. Namun di jalan yang baru ini tidak melewati beberapa tempat yang bersejarah yang pernah dilewati oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam, seperti daerah “ USFAN “, dimana Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam dan para sahabat-sahabatnya pernah singgah disana, dan ada juga sumur yang sangat bersejarah, yang mana sumur tersebut awalnya airnya berasa asin dan pahit, namun berubah tawar setelah diludahi oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam.

Sedangkan jalan yang baru tersebut juga tidak melintasi daerah “ Badr “ yang mana pada perang Badr tersebut adalah suatu peristiwa peperangan pertama antara kaum muslimin dan kaum kafir.

Lanjut cerita, ketika Sayyid Alawi bersama rombongannya ( yang didalamnya juga terdapat Abuya Sayyid Muhammad ) berangkat menuju Madinah, dan sesampainya di Badr, biasanya langsung melakukan ziarah, kemudian beristirahat disana, namun kali ini beliau beristirahat dulu di salah satu rumah yang mana rumah tersebut miliknya salah satu rumah orang yang masih punya keturunan ahli Badr tersebut.

Ketika di malam hari yang sunyi nan dingin, Sayyid Alawi beserta rombongan sedang duduk-duduk santai di depan halaman rumah tersebut, tiba-tiba mereka mendengar suara genderang yang dipukul oleh orang banyak. Awalnya terdengar sayup bertalu-talu namun semakin lama semakin terdengar jelas. Kemudian Sayyid Alawi pun bertanya kepada sang pemilik rumah, “Suara apa itu? Apa ada acara disini ?” “Tidak wahai Sayyid, itu suara sudah biasa terdengar disaat malam sepi seperti ini” jawab sang tuan rumah. “Lalu suara apa itu?” tanya Sayyid Alawi. “Itu suara genderang Ahli Badr yang masih terdengar hingga saat ini” jawab sang tuan rumah.

Sebagian yang lain ketika mendengar suara itu merasa merinding dan ketakutan, namun lain halnya dengan Sayyid Alawi yang tetap tenang, dan menganggapnya biasa-biasa saja, karena beliau sendiri juga sudah lama mengetahuinya, namun baru kali ini mendenganra secara langsung.

Dan suara ini juga pernah Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-maliki dengar ketika beliau berziarah ke Ahli Badr di waktu malam bersama para murid-muridnya yang senior.

Wallohu A’lam

*Diambil Dari Petikan Taklim Bersama Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi Bin Abbas Al Maliki Al Hasani ra.

***Sumber: Beranda Habib

Bukit Badr – Ribuan malaikat turun membantu para sahabat pada Perang Badr [foto: Shaykh Mohammed Aslam]
• telah dilihat 53 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Suara Genderang Perang Badr Masih Terdengar Hingga Kini

Tulisan Terkait

  • Tidak Ada Tulisan Terkait
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *