Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

Menyambut ragam acara perayaan Hari Bumi pada tahun 2016, Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) menemui Wakil Ketua DPR RI, DR.Ir.Agus Hermanto, MM, di Gedung Nusantara III di DPR RI, Senayan Jakarta (26/02/210). Kedatangan para pengurus Yayasan MALAYA yang dipimpin langsung oleh Dato Husni Tamrin S.Psi, SH, M.Hum tersebut disambut antusias oleh Pimpinan DPR.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Hermanto menyatakan kesediaanya untuk menghadiri Kegiatan Budaya dan Seminar Internasional yang digagas oleh Yayasan MALAYA dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday” dan rencananya akan diselenggarakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya, Palembang pada puncak perayaan Hari Bumi, 23 Maret 2016.

Sebagai informasi, Seminar Internasional Hari Bumi 2016 ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya (2015) yang dilaksanakan oleh Yayasan MALAYA bekerjasama dengan LKI Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Palembang dan AIFIS (The American Institute for Indonesian Studies) pada 2015 yang lalu. Sedangkan pada kegiatan Seminar Internasional 2016 ini, Yayasan MALAYA bekerjasama dengan Kemenpar RI, Pemprov Sumsel, Universitas Sriwijaya, LEAP Energy Australia dan Archipelago Offshore TX Houston Amerika Serikat. Dengan para panelis dari kalangan praktisi, pemerintah, akademisi hingga media.

Diantara para panelis adalah, Teguh Santosa (RMOL Media Group), Ir. H. Ishak Mekki, MM (Wakil Gubernur Sumatera Selatan), Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, M.Sc (Rektor Universitas Sriwijaya), Ukus Kuswara (Sekretaris Kementrian Pariwisata RI), Irfan Zainuddin (Pertamina Geothermal Energy), Prof. John E. Halkyard (Archipelago Offshore, Houston TX, USA) dan Chris Connell, Ph.D (LEAP Energy, Perth, Australia).

Dalam pertemuan dengan Agus Hermanto, Ketua Yayasan MALAYA, Dato Husni Tamrin mengungkapkan, rangkaian kegiatan-kegiatan Budaya yang dilaksanakan oleh Yayasan MALAYA berkerjasama dengan berbagai pihak diantaranya bertujuan untuk membantu Pemerintah RI mencapai 272 juta wisatawan pada tahun 2016. Dan, menurut Husni, yang paling utama adalah membangun harmoni antar manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam, agar Indonesia menjadi negara yang hebat dan diberkahi Tuhan YME.

“Sepanjang 2016 sampai menuju 23 Maret 2016 ini, kami mengadakan berbagai ritual dan kegiatan Budaya Melayu di Palembang, mulai dari Ritual Sambut Tuah Gunung, sampai Parade Sambut Tuah Susur Sungai. Dan bukan saja melibatkan puak Melayu yang ada, dari Ujung Madagascar sampai ujung Kepulauan Filipina, tapi juga bangsa-bangsa lainya.” ungkap Husni.

Sekapur Sirih (Rangkuman dari Seminar Internasional Sebelumnya, 2015)

Dalam sejarah aksara dunia, peringatan Hari Bumi tertua dalam catatan dunia termaktub dalam  Prasasti Talang Tuo peninggalan Kerajaan Sriwijaya tertanggal 606 Saka atau 23 Maret 684 Masehi yang ditemukan disekitar bukit siguntang Palembang. Peringatan Hari Bumi tersebut diperkirakan terjadi pada saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa atau biasa disebut Ekuinoks Maret. Demikian pendapat Prof.Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi UI dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA), di Palembang pada tahun 2015 yang lalu.

Panelis lainya, Wartawan Senior yang juga pendiri Blora Institute, Taufik Rahzen mengungkapkan bahwa aktifis perdamaian John McConnell berdasarkan pada saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa juga mengusulkan kepada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk menetapkan Hari Bumi pada 23 Maret sejak tahun 1969. Merujuk pada prasasti tersebut, menurut Taufik, penetapan Hari Bumi dalam Prasasti Talang Tuo Sriwijaya, semangatnya jauh lebih mulia dibandingkan yang digagas Gaylord Nelson. Jika Hari Bumi versi Gaylord Nelson (PBB) dengan semangat protes terhadap pengrusakan Bumi, maka versi Kerajaan Sriwijaya dengan semangat kemanusiaan dan ketuhanan.

Ditambahkan oleh Dato Husni Tamrin, Budayawan dan Pakar Hukum Lingkungan yang juga sekaligus ketua Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA), dalam prasasti yang dibacakan layaknya mantra tersebut, terdapat keunikan kepemimpinan Sriwijaya masa lalu. Ada kalimat di prasasti yang berupa doa menginginkan rakyatnya hidup sejahtera, sehat, dan dilindungi Tuhan. Menurutnya ini sangat menarik karena seremoni yang berlaku saat ini hanya rakyat yang mendoakan para pemimpin. Konsep pemanfaatan sumber daya alam dan energi secara arif atau dikenal dengan istilah energi bersih dan terbarukan ternyata sudah dikenal sebelumnya oleh nenek moyang kita dalam tatanan hidup mereka sebagaimana yang termaktub dalam prasasti dari Kerajaan Sriwijaya. Dan sebagaimana kehidupan, Budaya juga hidup dan berkembang sesuai dengan perjalanan kehidupan manusia dan majunya Ilmu Pengetahuan.

Merangkum dan melanjutkan pendapat dari berbagai pakar yang menjadi panelis dalam Seminar Internasional Hari Bumi pada 2015 yang lalu, maka pada tahun 2016 ini Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA) akan menyelenggarakan seminar lanjutan dengan tema “Energy for Life, Environment to Live, Earth Day is Everyday.” Hal tersebut untuk menjawab tantangan Bangsa Indonesia yang mengalami krisis energi dan krisis lingkungan disaat yang bersamaan dimana potensi sumber daya energi yang dimiliki tak termanfaatkan dengan baik. Potensi tersebut terutamanya adalah sumber energi bersih dan terbarukan dari Bumi seperti; Panas Bumi, Air, Angin, Gelombang, serta tenaga Matahari dan lainya, yang mana dapatpula dimanfaatkan lebih jauh sebagai taman kehidupan (PARK) dalam perspektif Ekonomi, Sosial dan Budaya, sebagaimana yang terpatri dalam prasasti talangtuo dari Kerajaan Sriwijaya, 14 abad yang lalu.

Keterangan foto (dari kiri ke kanan):

  1. Denny Hidayat S.Ak, M.Ak (Ketua Kedatuan Yayasan MALAYA, di Sumbagteng/ Sumatera Bagian Tengah)
  2. Drs.Siti Zahara Awam MM (Ketua Cabang Yayasan MALAYA, di Jakarta)
  3. Dato Dr.Husni Tamrin S.Psi, SH, M.Hum (Ketua Umum Kedatuan Pusat Yayasan MALAYA)
  4. Dr.Ir Agus Hermanto, MM (Wakil Ketua DPR RI)
  5. Kisawung Muslil Siregar (Dewat Adat Yayasan MALAYA)
  6. M. Reza Ibrahim (Dewan Pakar Yayasan MALAYA)
  7. Aswin Batubara (Ketua Kedatuan Yayasan MALAYA, di Sumbagut)
  8. Welly Aprian Panglimo Nalo (Ketua Kedatuan Yayasan MALAYA, di Sumbagsel)
• telah dilihat 148 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Perayaan Hari Bumi, Yayasan MALAYA temui Pimpinan DPR RI

Tulisan Terkait

Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *