» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Tujuan ziarah Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) pada Senin, 25 Januari 2016 adalah makam Tuanku Baginda Saleh dan Raden Aria Penangsang (Sariman Raden Kuning). Kedua lokasi makam ini berlokasi di Kabupaten Ogan Ilir, provinsi Sumatera Selatan. Ziarah kali ini dengan disertai oleh seorang mursyid Tareqat Qadiriyah wa Naqsabandiyah Syeikh Wihdatul Wujud Cahyadi Efendi dari Sumedang.

Perjalanan dari Palembang dimulai ba’da zuhur dengan jalur darat menuju lokasi makam Tuanku Baginda Saleh yang berlokasi di Desa Burai Kampung IV, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Setibanya di lokasi makam, dengan dipimpin oleh Syeikh Wihdatul Wujud, kami mengadakan ritual zikir dan ditutup dengan doa.

25 Januari 2016 | Makam Tuanku Baginda Saleh di Desa Burai, Ogan Ilir
25 Januari 2016 | Ziarah makam Tuanku Baginda Saleh di Burai bersama Syeikh Wihdatul Wujud
25 Januari 2016 | Ziarah makam Tuanku Baginda Saleh di Burai bersama Syeikh Wihdatul Wujud

Tuanku Umar Baginda Saleh atau Said Umar Baginda Sari atau Raden Amar atau Ratu Panembahan dikenal oleh masyarakat sebagai seorang waliyullah dan ulama penyebar Islam yang paling berpengaruh di daerah Komering Ulu dan Komering Ilir. Menurut catatan sejarah bahwa oleh Tuan Umar Baginda Saleh adalah putera tertua dari Sunan Gunung Jati Cirebon (Syarif Hidayatullah) dan beliau adalah kakak dari Sultan Hasanuddin Banten.

Tuan Umar Baginda Saleh mulai masuk dan menyebarkan Agama Islam di daerah Marga Madang Suku I sekitar tahun 1575-1600 M dan bertempat tinggal di dusun Mandayun, Ogan Komering Ulu (sekarang OKU Timur). Kemudian beliau menyiarkan agama Islam di daerah Tanjung Atap, Ogan Komering Ilir (sekarang Ogan Ilir) sampai wafatnya.

Dari Desai Burai, perjalanan kami teruskan menuju makam Raden Aria Penangsang di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bahwa Aria Penangsang atau biasa disebut Ratu Sahibul atau pun Sariman Raden Kuning, tidak terbunuh di tanah Jawa, tetapi beliau mengungsi ke Pulau Sumatera dan dimakamkan di Indralaya, Ogan Ilir.

   

Menurut cerita masyarakat Ogan dan Komering, Aria Penangsang diperkirakan melakukan hijrah pada sekitar tahun 1549 M. Hijrah dimulai dari Kadipaten Jipang kemudian singgah di Kerajaan Banten, lalu dilanjutkan menuju Skala Brak (Lampung).

Dari Skala Brak, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tanjung Kemala (Kerajaan Abung di Lampung) dan sempat menetap di desa Tanjung Kemala. Perjalanan dilanjutkan ke Surabaya Nikan, Ogan Komering Ulu dan menetap cukup lama. Beliau sempat menanam pohon kelapa sebanyak 40 batang serta meninggalkan batu lesung yang cukup besar.

Dari Surabaya Nikan, beliau kemudian membuat perkampuangan yang dikenal dengan nama Desa Gunung Batu. Di desa ini, beliau tinggal cukup lama, anak keturunan Aria Penansang, banyak berada di desa ini. Perjalanan beliau berakhir di desa Indra Laya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan di desa inilah beliau wafat pada tahun 1611 M.

Wallahu a’lam

• telah dilihat 1.779 kali • total 4 kunjungan untuk hari ini •
Ziarah Makam Tuanku Umar Baginda Saleh dan Raden Aria Penangsang

Tulisan Terkait

Tag pada:                        

Satu gagasan untuk “Ziarah Makam Tuanku Umar Baginda Saleh dan Raden Aria Penangsang

  • 4 September 2016 pukul 01:31
    Permalink

    maaf kak.

    kalau makam said umar baginda sari berada di desa tanjung atap.bukan di desa burai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *