» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Di zaman sekarang ini, banyak orang kehilangan pegangan atau sandaran, sehingga tidak tahu kemana harus mengadu. Banyak pengembara yang tidak tahu jalan pulang, sehingga ia tersesat di jalan-jalan buntu. Mengapa? Sebab, mereka tak pernah tahu siapa dirinya. Mereka sibuk mengenali orang lain, tapi tak pernah mau mengenali diri sendiri. Pada titik tertentu, manusia-manusia seperti ini akan mengalami kejenuhan yang berujung pada kegelisahan, bahkan tak menutup kemungkinan akan terjerumus ke jurang keputusasaan.

Orang yang tidak mampu mengenali dirinya, tak akan mampu mengenali Tuhannya. Sebab itu, sebelum kita terlalu jauh berkeinginan untuk bisa dekat dengan Tuhan, kenalilah terlebih dahulu siapa diri kita sesungguhnya. Kita harus bertafakur, betapa banyak kesempatan yang telah kita gunakan untuk menzalimi dan melalaikan kewajiban-kewajiban kepada diri kita sendiri.

Bayangkan, betapa banyak waktu yang kita gunakan hanya untuk menghadirkan racun dan penyakit pada tubuh kita dari makanan dan minuman yang kita konsumsi atau dari pola hidup yang kita jalani. Kita seolah-olah tidak mengerti (padahal sebenarnya kita mengerti!) bahwa tubuh kita perlu dijaga agar tetap sehat. Ini hanya salah satu contoh sederhana. Contoh lain tentu masih banyak dan dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan.

»» Butuh waktu yang tidak singkat untuk mengenal diri sendiri. Kita harus melewati berbagai macam ujian dan cobaan sehingga kita memahami siapa diri kita sebenarnya. Butuh pengorbanan dan cinta yang mendalam. Kita juga harus bersikap jujur kepada diri sendiri, tidak memakai topeng dihadapan orang lain, serta bertutur dan bersikap apa adanya. Percayalah, itu bukan perkara mudah, terutama bagi orang-orang yang telah lama kehilangan jati diri.

»» Bertafakur atau melakukan perenungan atas segala kesalahan, kekhilafan, dan kealpaan yang pernah kita lakukan merupakan terapi penting untuk menemukan hakikat diri kita. Dan, yang lebih penting lagi adalah menerima apapun kondisi kita yang sesungguhnya. Pada tahap ini, tidak sedikit orang yang ‘menolak’ dirinya sendiri. Ternyata, kita adalah pendosa.

»» Hati, pikiran, dan perasaan kita sesungguhnya tidak pernah sesuai dengan perbuatan kita. Betapa banyak topeng yang kita tampilkan di muka umum hanya untuk menjaga harga diri kelompok, keluarga, organisasi, dan sebagainya. Padahal perilaku seperti itu sejatinya sangat melelahkan. Hal-hal semacam itulah yang sulit kita terima. Padahal, kita tahu dan sepenuhnya menyadari bahwa seperti itulah diri kita sesungguhnya.

»» Energi seringkali kita habiskan untuk mencari-cari kesalahan dan kejelekan orang lain, sementara kekurangan diri sendiri tak pernah kita akui. Padahal, jika kita mau menggunakan sedikit saja kesempatan dan waktu untuk mengkaji diri sendiri (muhasabah), kita akan tahu bahwa kita kekurangan waktu untuk menghitung betapa banyak kekurangan diri kita.

»» Saudaraku yang dimuliakan Allah, bertafakur terhadap kekhilafan kita lalu menyadarinya dan bertobat kepada ALLAH Swt akan menjernihkan hati dan pikiran sehingga kita mudah menerima siapa sesungguhnya diri kita. Lalu, sedikit demi sedikit, kita akan mengenali hakikat diri kita.

»» La ilaha illalah merupakan zikir pembersihan jiwa dari sikap buruk diri sendiri. Selama ini, secara sadar atau tidak, bisa jadi kita menghamba pada tuhan yang lain selain Allah, seperti menuhankan harta, sehingga muncul sikap yang serakah terhadap dunia. Kita mendahulukan urusan dunia daripada kewajiban beribadah kepada Allah atau lebih merindukan kemegahan dan kemewahan dunia dibanding saat-saat yang tenang dan khusyuk ketika menghadap Allah dalam ibadah.

»» Zikir hakikatnya mengembalikan kesadaran hati dan pikiran dengan cara mengingat Allah secara berulang-ulang. Sebab itu, zikir seharusnya dilakukan sepanjang waktu agar kita selalu mengingat-Nya di manapun dan kapanpun. La ilaha illallah akan mengembalikan kesadaran hati dan pikiran kita bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa, yaitu ALLAH Swt.

»» Kalimat La ilaha illallah mengandung makna yang amat dalam dan mendasar, yaitu penolakan terhadap segala bentuk sesembahan selain Allah dan penetapan bahwa satu-satunya sesembahan yang benar hanyalah Allah. Untuk memahami makna-makna tersebut, kita tidak bisa hanya menggunakan akal pikiran. Sebab, akal bisa saja menolak kebenaran itu. Satu-satunya yang dapat menjangkau lubuk makna-makna tersebut adalah iman. Meskipun, memang untuk sampai pada iman yang sejati, kita harus menggunakan akal pikiran. Kita harus memiliki ilmu atau pengetahuan untuk mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.
“Maka, ketahuilah bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.” (QS. Muhammad [47]:19)

»» Saudaraku yang dirahmati Allah, solusi terbaik untuk menghilangkan kegelisahan adalah dengan menerima apa adanya diri kita yang sesungguhnya. Selanjutnya kita harus senantiasa mengingat Allah di dalam hati dan pikiran. Insya Allah, kegelisahan akan berganti menjadi ketenangan.
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca ‘alhamdu lillah’, sedangkan zikir yang terbaik adalah ‘LAA ILAHA ILLA ALLAAH’, (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)
Rasulullah Saw juga menyatakan bahwa kalimat yang paling baik yang beliau dan para nabi sebelumnya senantiasa ucapkan adalah kalimat “La ilaha illallah, wahdahu la syarikalah”, (HR. At-Tirmidzi)
Hadits di atas menunjukkan betapa penting kalimat tersebut, sehingga menjadi kalimat pokok yang senantiasa diucapkan oleh para nabi. Tentu, kalimat itu juga sangat penting bagi kita selaku umat Islam. Ibarat dalam kancah perang, kalimat itu adalah senjata kita dalam menghadapi musuh, baik dalam wujudnya yang menyusahkan seperti musibah, maupun dalam wujudnya yang menyenangkan seperti godaan.

Zikirkan kalimat la ilaha illallah, renungkan hakikat diri kita, berada di mana sebenarnya kita. Lalu, resapi dan pahami dengan penuh penghayatan kalimat la ilaha illallah itu agar kita terhindar dari ‘tuhan-tuhan palsu’ yang hanya membuat gelisah diri kita, seperti ‘tuhan’ harta, jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya.

Syeikh Wihdatul Wujud

11139442_829790007113807_1100434151915003924_n

• telah dilihat 5.838 kali • total 81 kunjungan untuk hari ini •
Mengenal Diri, Tafakur, Muhasabah dan Dzikrullah

Tulisan Terkait

Tag pada:                

3 gagasan untuk “Mengenal Diri, Tafakur, Muhasabah dan Dzikrullah

  • 7 Mei 2017 pukul 04:41
    Permalink

    mohon izin untuk membaca dan mengamalkannya dengan benar

  • 18 Juni 2017 pukul 18:24
    Permalink

    Setelah saya baca ttg artikel pentingnya mengenal diri saya dg seiizin dirik yg dimaksud alhamdulillah difahamkan apa yg pak kyai maksudkan….tapi satu sisi saya tdk setuju jika jika pemahaman ttg haqekat atau ilmu menhenal dirik ni disrbarkan melalui media macam ini krn apa ? Ini adalah ilmu rahasia . Qs…firman allah….katakan olehmu mahammad jika ada orang bertanya ttg siapa dirik ku /dirik tuhannya ….jawab itu rahasia.rahasia. saya mungkin lebih mao bertanya ttg saudara scra lahiriah bukan bertanya haqekat. Saudara bernama siapa kota asal mu dimana shgga harapan saya bisa mengenal saudar.trims

  • 19 Juni 2017 pukul 10:52
    Permalink

    Scra pribadi setelah mmbaca artikel saudara sangat terilham rasanya terutama meliat sejarah yg telah lama berasimilasi dibumi kita nusantara ini saya ni seorang suku bugis yg tinggal di kalbar pontianak saya juga seorang pemerhati sejarah contoh apa yg oak saya cerita turun temurun bhw dulu ada dari kerajaan gowa yg hijrah sekitar 8 org pembesar kerajaan masing2 pindah menguasai pulau atau bgsa misalnya pulau penyengat.singapura.malaka,negeri sembilan dll.kame yg di pontianak ni dari 8 bersaudara itu adlh raja daeng menambun dgn keraton di kabupaten mempaeah sekarang……..yg menarik adalah apa yg menjadi pusaka beliu adalah ilmu mengenal dirik sama seperti saudara cakap tadi. Oleh karena itu saya ingin juga berlayar utk mencari jejak sejarah leluhur kami di bumi yg kame sebutkan namanya tadi dan klo ada izin allah nanti mao ke pulau penyengat riu dst nya…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *