Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA)
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
» Info Hotel di kota Palembang
» Download

Yang Mulia
Tuan Sultan Syarif Kasim Dua
13 juta Gulden Tuan sumbang tuk negara
Berserah kuasa di Jogjakarta
Demi NKRI tercinta
Kini yang terjadi tak terduga
Bumi mu diperas hingga tak bermaya
Rakyatmu hanya dapat lima belas peratus sahaja
Ketika asap datang menyala
Anak cucu mu menjerit menahan bala
Ramadhani Luthfi Aerli meregang nyawa
Tampak asap mengepul di dadanya
Tuan menteri berkata tak ada apa-apa
Kami bukan orang utan belantara
Kami orang bermarwah berbudi bahasa
Mengapa kami tak dibalas bela
Apa kerana kami lembut disangka hampa
Kami bukan tak pandai memikul senjata
Belum tercabut keris pusaka
Kerana masa saja yang belum tiba
Ketika puak melayu di negeri Malaya
Mengkafirkan Syi’ah sebagai agama
Kau banjiri kami dengan penyembah Karbala
Kerana kami diam kau sangka lupa
Ketika puak Melayu di Kalimantan Utara
Negeri Brunei negeri bernama
Menerapkan syari’at Allah di bumi nan nyata
Kami tak dapat berbuat sama
Padahal kami Melayu jua
Dari Kaherah ke Alexandria
Budak-budak Melayu bersuka ria
Dari Bandar seri Begawan hingga ke Melaka
Kami dari dari bumi Lancang Kuning berduka cita
Kerana negara tiada menyapa
Hidup susah tiada terkira
Di atas panas gurun sahara
Oo Tuan kami tak lupa
Orang mati tak boleh berdoa
Hanya ingin memberi berita
Pada orang nan tak bermuka
Bahwa kami masih ada
Meski maut mengintai di hulu hala
Risau nak dihalau kemana
Menyusun kata kadang tak kena
Kerana hati marah bercampur duka
Ilham turun tiada terkira
Kau jangan sombong pada kuasa
Memang sudah hukum dunia
Dari sejak Adam dan Hawa
Yang lemah dipijak sambil tertawa
Akhirnya…
Tiada tempat mengadu selain Allah Ta’ala…

***Disadur dari sebuah tulisan Abdul Somad (UIN Sultan Syarif Kasim)

Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II (lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 – meninggal di Rumbai, Pekanbaru, Riau, 23 April 1968 pada umur 74 tahun) adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Ia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tidak lama setelah proklamasi dia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia, dan dia menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro pada tahun 2011). Bersama Sultan Serdang dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik. Namanya kini diabadikan untuk Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru. (wikipedia)

• telah dilihat 136 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Melawan Asap – Tiada tempat mengadu selain Allah Ta’ala

Tulisan Terkait

Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *