» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Ketua Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia(HAM) Perwakilan Sumatra Barat, Sultanul Arifin, mengaku telah memberikan beberapa saran kepada kepada Pemerintahan Provinsi Riau terkait pembakaran lahan dan hutan. “Telah ada saran yang diberikan kepada Pemprov Riau, berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan yang kami lakukan pada 4 hingga 6 September 2015,” kata Sultanul Arifin, di Padang, Rabu (13/10).

Apa saja saran tersebut? Pertama, adalah mencabut izin pemanfaatan ruang yang berada dalam kawasan bergambut dengan kedalaman tiga meter.
Selain itu, katanya, untuk lahan gambut yang kedalamannya kurang dari tiga meter harus dilakukan pengawasan oleh pemerintah secara ketat.

Pemerintah, Sultanul mengatakan, juga harus menghentikan honorarium konversi lahan gambut, melakukan riset, dan membuat peta lahan mana yang boleh dikonversi. “Dan yang lain termasuk vital adalah pengawasan terhadap obat-obatan yang digunakan pada posko penanggulangan bencana,” jelasnya.

Ia juga meminta keterbukaan informasi mengenai perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) setiap harinya, karena kabut asap.
Selama ini, dia mengatakan, kebanyakan yang diinformasikan adalah imbauan menggunakan masker dan meliburkan sekolah. Jarang yang menerangkan apakah kualitas udara baik (ISPU 0-50), sedang (50-100), atau sudah tidak sehat (di atas 100). “Termasuk di Sumbar sendiri,” jelasnya.

Ia mengatakan, ikut sertanya Komnas HAM Sumbar berawal saat empat anak yang diungsikan dari Kota Pekanbaru ke Sekretariat WCC Nurani Perempuan Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (17/9). Selain itu juga meninggalnya Hanum Anggriawati (12).

Karena belum ada Komnas HAM di Riau, dia mengatakan, laporan masuk ke Komnas HAM pusat. “Kemudian Komnas HAM pusat membentuk tim pemantau dan penyelidikan, dimana salah satu anggota timya adalah saya yang kantor perwakilannya bertetangga dengan Riau,” kata Sultanul.

Meskipun demikian, ia tetap optimistis pemerintah dapat segera meredakan permasalahan kabut asap yang terjadi secepatnya.
Saat ditanyai tentang kelalaian pemerintah dalam permasalahan kabut asap itu, ia mengakui bahwa pemerintah telah lalai. Perisitiwa serupa selalu terjadi di Riau, tiap tahunnya sejak 1997.

“Melihat kejadian yang masih terus terjadi, aksi pemerintah yang tampak baru penindakan dan belum mengupayakan pencegahan. Pasal 28H (1) UUD 1945 berbunyi, bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,” katanya.

***Sumber: Republika Online

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM adalah sebuah lembaga mandiri di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya dengan fungsi melaksanakan kajian, perlindungan, penelitian, penyuluhan, pemantauan, investigasi, dan mediasi terhadap persoalan-persoalan hak asasi manusia.

• telah dilihat 135 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Ini Saran Komnas HAM Sumbar Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Tulisan Terkait

Tag pada:                    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *