Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharrom 1439 H
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
---------- Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 ----------

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Perwakilan Solidaritas Masyarakat Kalimantan Barat, Kuyang mempertanyakan kinerja pemerintah dalam menangani dampak asap di wilayah Kalimantan.

Menurut warga suku dayak tersebut, bencana tahunan tersebut seharusnya dapat dicegah.

“Pikir aja pakai logika. Kalau setiap tahun kan berarti bisa dicegah. Kalau Jakarta banjir tiap tahun, paling tidak bisa dibuat selokan atau bersihkan gorong-gorong dari sekarang sebelum musim hujan. Ada langkah pencegahannya,” ujarnya saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Kuyang juga mengatakan bahwa kondisi di Kalimantan Barat sudah tidak masuk akal. Masyarakat tidak lagi dapat beraktivitas karena jarak pandang hanya 10 meter hingga 20 meter.

“Di sana dibagikan tabung oksigen setiap orang tiga tabung. Tapi cukup atau tidak? Inilah dampaknya kalau udara sudah dikomersialisasikan,” tambahnya.

Selain itu, Kuyang menyayangkan bahwa pemerintah daerah dan aparat kepolisian seolah tidak peduli dengan kondisi saat ini karena hanya membagikan masker kepada masyarakat. Terlebih, masyarakat suku dayak sempat dipersalahkan karena menjadi penyebab kebakaran hutan.

“Kami membakar hutan pun secukupnya. Kami tahu adat kami. Kami ingin anak cucu kami juga bernafas dengan baik. Perusahaan-perusahaan itu lah yang membakar. Jangan kami disalahkan,” kata Kuyang.***

***Sumber: Tribun News Online

Perwakilan Solidaritas Masyarakat Kalimantan Barat, Kuyang saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (11/10/2015) (Foto: Amriyono Prakoso/tribunnews)
• telah dilihat 277 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Perwakilan Masyarakat Dayak Pertanyakan Kinerja Pemerintah Tangani Asap

Tulisan Terkait

Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *