Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (MALAYA)
» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
» Download
--------------------

semutSalah satu pelajaran yang bisa disaksikan dengan jelas dalam dunia kesuksesan ialah semut. Betapa tidak. Ia berjalan merangkak setapak demi setapak tanpa kenal lelah dan bosan sebelum sampai pada tempat yang dituju. Ketika berusaha merambat naik ke pohon lalu jatuh, ia akan mengulanginya lagi. Dan ketika jatuh lagi, ia akan mengulanginya lagi. Dan ketika jatuh lagi, ia akan mengulanginya lagi. Begitu seterusnya sampai akhirnya ia berhasil. Ketika melewati jalan yang buntu, ia berusaha untuk mencari jalan lain di kanan kiri. Ketika kesulitan naik, ia mundur sambil menghimpun kekuatan yang ada padanya. Terkadang ia tidak mau menggunakan cara pertama yang membuatnya gagal karena adanya beberapa hambatan. Tetapi ia tetap bersemangat untuk mengulangi lagi, dan mengulang lagi sampai berhasil.

Semut adalah binatang kecil yang memiliki kekuatan luar biasa. Ia sangat gigih dan tidak mengenal rasa putus asa, sehingga ia dijadikan sebagai contoh perumpamaan. Dikisahkan, pada suatu hari seorang dusun bepergian karena ada urusan yang sangat penting. Ketika merasa letih ia berhenti. Sambil duduk ia memikirkan dan merenungkan tentang perjalanan pulangnya nanti yang cukup meletihkan. Tiba-tiba ia melihat seekor semut di depannya sedang merambat menaiki seonggok batu besar. Begitu jatuh, si semut berusaha merambat naik lagi. Hal itu terjadi berulang-ulang, sehingga akhirnya ia berhasil naik.

Menyaksikan hal itu ia berkata dalam hati, “Sebagai manusia harusnya aku lebih sabar dan lebih gigih ketimbang semut ini.” Ia kemudian bertekad melanjutkan perjalanannya hingga berhasil mendapatkan apa yang dituju.

“Carilah, dan jangan pernah bosan mancari
Karena ujian orang yang mencari adalah rasa bosan.
Kamu lihat gunung yang tinggi menjulang
Di atas tumpukan batu-batu meski demikian ia bisa didaki.”

Sesungguhnya dalam kehidupan semut terdapat palajaran mahal bagi kaum yang berakal. Semut adalah lambang perjuangan, kesabaran, ketabahan, dan kegigihan. Semut juga dikenal punya banyak cara atau siasat untuk mendapatkan apa yang dicarinya secara luar biasa. Seorang penulis tentang semut menyebutkan, bahwa binatang ini menyimpan bahan makanannya dari musim panas sampai musim penghujan karena pada musim penghujan mereka tidak bisa banyak keluar. Oleh karenanya, pada musim tersebut mereka menyimpan makanannya, dan mereka baru memakannya pada waktunya yang tepat. Karena takut biji yang disimpan akan tumbuh, maka dengan izin Allah Tuhan yang memberikan segala sesuatu kepada makhluk-Nya, kemudian menunjukkan mereka, bagian tengah biji tersebut pecah sehingga tidak bisa tumbuh.

Jika kawanan semut sedang berjalan dan melewati genangan air yang tidak sanggup diseberanginya, mereka akan bergotong royong dan bekerja sama membentuk sebuah jembatan di atas air. Dan ketika mereka semua sudah nerhasil menyeberangi, mereka menggeser jembatan semut tersebut ke sisi lain. Mahasuci Allah yang telah memberikan segala sesuatu kepada makhkuk-Nya kemudian menunjukkan mereka.

Ketika seekor semut menemukan secuil daging atau sepotong kaki belalang yang tidak sanggup dibawanya atau ditariknya, ia pergi ke markas semut untuk meminta bantuan kepada teman-temannya guna bekerja sama ikut membawanya.

Semut adalah memberikan pelajaran tentang kegigihan dan ketabahan bagi orang yang ingin meraih kesuksesan. Bahkan ketika ada seekor semut sedang berjalan, lalu Anda sengaja meletakkan sebuah batu untuk menghadangnya, ia akan berhenti tetapi tidak berbalik mundur. Ia menunggu, atau berusaha untuk menaiki batu tersebut, atau berusaha menerobosnya dari sisi kanan atau kiri, atau ia memilih jalan lain yang menuju ke tempat yang ditujunya. Yang jelas ia tidak akan menyerah dengan berbalik mundur.***tdb

Wallahu a’lam

***Rujukan: Belajarlah dari Alam dan Zaman, Dr. Aidh Abdullah al-Qarni

Semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), sebagian besar hidup di kawasan tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. (wikipedia)

• telah dilihat 102 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Belajar Kepada Semut

Tulisan Terkait

  • Tidak Ada Tulisan Terkait
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *