» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

SOSIALISASI DAN PELATIHAN
“ALIH WAHANA NILAI DAN MOTIF DALAM NASKAH KESULTANAN KANOMAN MENJADI MOTIF PESISIR CIREBON BARU”
Selasa, 23 September 2015 di Kesultanan Kanoman Cirebon

Indonesia sebagai negara maritim memiliki khasanah kekayaan budaya pesisir yang patut didokumentasikan dan dilestarikan, terutama nilai-nilai kehidupan pesisir sebagai kekayaan lokal yang selayaknya dipahami oleh generasi penerus. Berkaitan dengan upaya pelestarian nilai budaya pesisir Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat di wilayah Cirebon dalam bentuk Program Sosialisasi dan Pelatihan “Alih Wahana Nilai dan Motif dalam Naskah Kesultasanan Kanoman Cirebon menjadi Motif Pesisir Cirebon Baru” pada tanggal 23 September 2015.

Cirebon sebagai salah satu wilayah pesisir menyimpan khasanah nilai-nilai budaya pesisir yang tersimpan dalam koleksi naskah kesultanan Kanoman Cirebon. Bertempat di Pendopo Kesultanan Kanoman Cirebon Pengabdi Masyarakat Utama, Turita Setyani M.Hum, bekerjasama dengan Lembaga Kajian Indonesia FIBUI mensosialisasikan motif iluminasi yang terdapat di dalam koleksi naskah Kesultanan Cirebon menjadi motif batik peisisir yang baru.  Nara sumber dalam kegiatan ini ini Prof. Titik Pujiastuti (FIBUI), Dr. Sri Ratna Saktimulya (UGM), Ratu Raja Arimbi, Pangeran Agus Kamaludin, Pangeran Nirkadi (Kesultanan Kanoman).
Turita Setyani menyampaikan, “Semoga apa yang disosialisasikan dalam kegiatan ini, yaitu nilai-nilai kebajikan atau kisah dalam naskah-naskah yang dimiliki oleh Kesultanan Kanoman Cirebon tidak hanya berhenti pada tulisan dalam naskah, melainkan dapat tersampaikan pada khalayak umum melalui motif-motif baru yang diaplikasikan dalam berbagai wahana”

Selain itu hadir pula Direktur Lembaga Kajian Indonesia UI, Dr. Lily Tjahjandari, serta Prof. Edwin Wieringa dari Universitas Koeln Jerman. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta pelatihan yang kebanyakan berasal dari akademisi, pemerhati budaya dan pengrajin batik di Cirebon mendapatkan wawasan baru mengenai motif-motif baru yang dikembangkan yang berasal dari naskah-naskah lama dari koleksi kesultanan Kanoman yang berguna bagi pengembangan industri kreatif wilayah pesisir Cirebon dan motif pesisir Indonesia secara umum.

20150923_naskah_cirebon 20150923_103744_naskah_cirebon 20150923_113231_naskah_cirebon

Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) sebagai salah satu yayasan yang fokus aktif bergerak di bidang pelestarian dan peningkatan budaya bangsa, ikut berperan serta dalam kegiatan tersebut yaitu dengan memfasilitasi penyiapan server online untuk naskah-naskah yang dimiliki.***tdb/lki-fibui

Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda. Keraton Kanoman adalah salah satu dari dua bangunan kesultanan Cirebon, setelah berdiri keraton Kanoman pada tahun 1678 M kesultanan Cirebon terdiri dari keraton Kasepuhan dan keraton Kanoman.

Keraton Kanoman didirikan oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I pada sekitar tahun 1678 M. Keraton Kanoman masih taat memegang adat-istiadat dan pepakem, di antaranya melaksanakan tradisi Grebeg Syawal,seminggu setelah Idul Fitri dan berziarah ke makam leluhur, Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon Utara. Peninggalan-peninggalan bersejarah di Keraton Kanoman erat kaitannya dengan syiar agama Islam yang giat dilakukan Sunan Gunung Jati, yang juga dikenal dengan Syarif Hidayatullah.

Wallahu a’lam

• telah dilihat 282 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Pengangkatan Nilai Naskah Kesultanan Kanoman menjadi Motif Pesisir Cirebon Baru

Tulisan Terkait

Tag pada:                        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *