» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

SAMBUTAN
PRESIDEN KELIMA REPUBLIK INDONESIA
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

AKSARA IBU PERADABAN

Peringatan Hari Aksara
Galeri Nasional, Jakarta, 8 September 2015

Penyelenggara :
Lawangwangi Creative Space, Lumbung Budaya Rakyat, Lembaga Kajian Indonesia FIB UI, Perpustakaan UI, Yayasan Malaya, Art Sociates, Galeri Nasional, Padepokan Nagair.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Damai Sejahtera bagi kita semua
Om Swastiastu
Satyam Eva Jayate

Sebelumnya, marilah kita lebih dahulu bersama-sama memekikkan salam perjuangan kita,
Merdeka!!!   Merdeka!!!   Merdeka!!!

  1.  Saya berbangga hati bisa berada di tempat ini untuk memperingati Hari Aksara Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September di seluruh dunia.
  2. Aksara adalah hal penting bagi kemajuan suatu bangsa. Angka buta aksara dalam suatu negara menjadi salah satu tolak ukur Indek Pembangunan Manusia. Aksara menjadi cermin kualitas Sumber Daya Manusia dalam suatu Negara.  Saat ini angka buta aksara di Indonesiaa masih dalam kisaran 5% – 10% dari total penduduk. Tentu selain tanggung jawab negara untuk menuntaskan persoalan ini, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan tersebut.
  3. Hadirin yang saya hormati, bagi saya “Aksara adalah Ibu Peradaban”. Sepanjang sejarah manusia, proses memaknai kehidupan dilakukan dengan menggunakan tanda atau gambar, baik secara lisan maupun tertulis. Sejarah bangsa Indonesia membuktikan bahwa kebesaran peradaban kerajaan-kerajaan nusantara dapat dipahami oleh generasi penerus melalui jejak-jejak aksara. Prasasti, naskah dan peninggalan lainnya dalam untaian aksara menjadi bukti yang tidak terbantahkan tentang kebesaran peradaban kita sebagai sebuah bangsa.
  4. Indonesia memilik banyak aksara lokal yang digunakan oleh suku-suku bangsa. Aksara lokal merupakan bagian dari identitas nasional yang selayaknya dikenal dan dipahami sebagai akar identitas bangsa. Karena itu bagi saya aksara juga merupakan kekayaan bangsa yang mengandung nilai-nilai warisan kebudayaan nasional yang harus dijaga kelestariannya. (manuskrip, nukilan, mahabarata, arjuna wiwaha, Sutasoma, Negara kertagama, Centini dan lain-lain).
  5. Bahkan peradaban Nusantara mampu memberikan pengaruh luas dalam peradaban dunia. Hal ini bisa kita lihat dari bukti otentik prasasti tentang Kerajaan Kalingga (abad ke 6 sampai 7). Sekitar tahun 674, dipimpin oleh seorang perempuan, bernama Ratu Shima, yang terkenal akan ketegasannya dalam menegakkan kebenaran dan kejujuran. Demikian halnya dengan pencapaian yang luar biasa pada Abad ke 7 oleh Dinasti Syailendra dengan hadirnya Borobudur dan candi Prambanan.
  6. Alhamdulilah, ternyata sebagai sumber kebudayaan, aksara asli Indonesia mencerminkan kedalaman kebudayaan yang pada jamannya sangat membanggakan. Berbagai aksara tersebut kini ditampilkan oleh seorang perupa muda, Eddy Susanto, yang menyandingkan tingkatan peradaban yang berkembang di Nusantara pada sekitar abad 16, dengan di Eropa pada abad 15. Menurut saya ini adalah sebuah jalan kebudayaan yang mampu membangkitkan rasa percaya diri kita sebagai sebuah bangsa.
  7. Saya tidak ingin sekedar berbicara tentang kesejarahan dalam perspektif masa lampau, yang penuh dengan capaian peradaban yang membuat bangsa-bangsa lain begitu takjub. Perspektif masa lalu tersebut, haruslah menjadi semangat, agar bangsa ini dapat bangkit, merangkai masa depan atas sumber kebudayaan bangsa sendiri. Disinilah, keseluruhan makna dari acara kebudayaan malam ini: bahwa kita mewarisi aksara sebagai ibu peradaban.
  8. Saya tidak akan masuk pada hal-hal ideologis dan tidak akan menjabarkan secara teknokratis terhadap Pembangunan Semesta ini. Yang ingin saya tegaskan adalah bahwa kesadaran kita untuk menghormati aksara sebagai Ibu peradaban, adalah awal untuk memaknakan kembali “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
  9. Dari aksara akhirnya tercipta huruf, yang kemudian merangkai kalimat sebagai penjabaran sempurna dari seluruh gagasan pemikiran manusia yang membentuk peradaban. Aksara adalah jendela dunia, cara manusia memahami alam yang mengitarinya dan mempersiapkan masa depan melalui ilmu pengetahuan. Aksara membuka kotak pandora pengetahuan manusia. Seorang Tokoh Pendidikan Kaum Tertindas, dari Brasil, Paulo Freire, menjadikan huruf yang tersusun menjadi kata dan kalimat, sebagai awal pergerakan membangun kesadaran kritis terhadap realitas sosial yang terjajah. Tradisi berpikir kritis inilah yang memunculkan teori sosial bagi para petani, guru, dan kaum miskin untuk “sadar” atas realitas kemiskinannya, dan kemudian membangun tekad untuk merombak realitas sosial yang tidak adil tersebut.
  10. Demikian halnya Bung Karno. Beliau menggelorakan kesadaran berbangsa, melalui kemampuan membangun kembali jati diri dan martabat bangsa, dari realitas manusia terjajah, menjadi manusia yang sadar dan diorganisir oleh suatu alat perjuangan rakyat yang namanya politik.Keseluruhan jalan kebudayaan ini, hanya berarti, apabila kita menjadikan rakyat sebagai sumber kebudayaan. Dari “kehidupan rakyat yang sebenarnyalah” seharusnya jalan peradaban ini di rancang. Oleh Bung Karno, jalan peradaban ini dinamakan sebagai pembangunan Semesta dan Berencana.
  11. Tugas kita bersama, untuk menggelorakan kembali jalan peradaban bagi masa depan Indonesia, yakni masa depan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia.
  12. Selamat hari aksara. Aksara adalah Ibu Peradaban. Selamatkan bangsa dari buta aksara. Selamatkan warisan aksara leluhur bangsa. Ciptakan
  13. Aksara-aksara pembebasan untuk menyelamatkan peradaban Indonesia

Terima kasih,
Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Damai Sejahtera bagi kita semua,
Om Santi Santi Santi Om.
Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Megawati  Soekarnoputri

Presiden RI ke – 5

• telah dilihat 212 kali • total 1 kunjungan untuk hari ini •
Kata Sambutan Ibu Megawati pada Pameran Aksara Nusantara

Tulisan Terkait

Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *