» Jadwal Sholat Kota Palembang dan Sekitarnya
» Profil Yayasan Malaya
» Kegiatan Yayasan Malaya
Jadwal Imsakiyyah Ramadhan 1438 H untuk kota Palembang

Ada banyak ragam kegiatan yang dapat dilakukan guna menyambut suatu hari bersejarah. Seperti contohnya yang dilakukan oleh PPLH Seloliman, yang berlokasi di Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mengambil momen yang bersejarah ini, PPLH Seloliman menyelenggarakan kegiatan Pesamuan Budaya Penanggungan 2015 dengan tema “Merdeka dan Merdesa, Merenungkan Seribu tahun Pencerahan Bangsa dan 70 (tujuh puluh tahun) Negara Indonesia Merdeka” yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, tanggal 16, 17 dan 18 Agustus 2015. Kegiatan acara dipusatkan di Jolotundo dan Penanggungan Culture Garden, PPLH Seloliman Trawas, Mojokerto, Jawa Timur dengan mengundang narasumber Taufik Rahzen (budayawan nasional).

Yayasan Malaya (Alam Melayu Sriwijaya) mendapatkan kehormatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara, yang diwakili oleh Tuanku Rajo Alam Putih dan Temenggung Malaya Muzani. Perjalanan ke kawasan Gunung Penanggungan pun dimulai.

Temenggung Malaya Muzani dan Tuanku Rajo Alam Putih (Yayasan Malaya)
20150816081858
Tiba di bandara Juanda, Surabaya
20150816081703
Sesaat tiba di PPLH Seloliman

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang pendidikan lingkungan hidup. Didirikan pada 15 Mei 1990 di bawah naungan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS). Dinamakan PPLH Seloliman karena berada di perbukitan sejuk lereng Barat Gunung Penanggungan dengan ketinggian 350 – 400 mdpl, tepatnya di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Semua kegiatan dilakukan di dalam center ini. Mulai dari pengelolaan hutan tropis, pencemaran lingkungan, pengolahan sampah, pertanian organik, pembangkit mikrohidro, solar cell, hingga tungku serbuk gergaji.

Pemilihan lokasi PPLH Seloliman ini sangat ideal, biaya hidup tidak terlalu mahal, banyak terdapat sarana/media pendidikan, banyak peninggalan sejarah berupa candi, dekat dengan pemukiman penduduk dan tidak terlalu jauh dari ibukota Jawa Timur, hanya berjarak sekitar 60 km.

20150816081716
Lokasi tempat kami menginap

Memasuki kawasan ini, kesan pertama yang didapatkan adalah bahwa semua fasilitas dibuat dengan menonjolkan susana yang alami dan ramah lingkungan.

pplhseloliman
PPLH Seloliman dengan pengambilan foto dari tempat kami menginap

20150816081858

20150816081703

Rangkaian kegiatan dimulai dengan acara ‘malam tirakatan’ tanggal 16 Agustus 2015 di pendopo pertemuan PPLH Seloliman yang diikuti seluruh undangan. Topik yang manjadi bahasan utama malam ini adalah “Penanggungan dan Seribu Tahun Pencerahan”.

Kegaiatan ‘malam tirakatan’ diawali dengan penyampaian kata sambutan oleh Bpk. Suroso dari Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS). Disebutkan bahwa PPLH Seloliman ini merupakan hasil pengelolaan warga sekitar yang diorganisasi oleh Bpk. Suroso. Beliau sendiri pernah menjabat sebagai Direktur PPLH periode 2000-2007. Sambutan selanjutnya disampaikan Bpk.Zaki, selaku Direktur PPLH Seloliman, yang secara tersirat mengajak para peserta untuk kembali ke alam.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan oleh Ibu Lily Tjahjandari dari Lembaga Kajian INA UI yang menyempatkan hadir dalam kegiatan ini. Berturut-turut penyampaian pandangan oleh Bpk. Heri Lentho, selaku penggagas Surabaya Berjuang, Ibu Susi Fitri dari Psikologi dan Konseling UNJ Jakarta, dan Bpk. Teguh Waluyo, seorang dalang ruwat dari Bukit Srandil, Cilacap. Semakin malam acara semakin meriah dan akrab.

malamtirakat
Malam Tirakatan di PPLH Seloliman
babamoza
Temenggung Malaya Muzani menyampaikan ucapan salam pada kegiatan Malam Tirakat
20150816081720 (1)
Foto bersama di sela-sela kegiatan ‘malam tirakatan’

Keesokan harinya, 17 Agustus 2015, acara diisi dengan upacara bendera di lapangan PPLH Seloliman, dengan pembina upacara Taufik Rahzen (budayawan nasional). Upacara bendera diisi dengan pembacaan teks poklamasi, pembacaan pancasila, pembacaan UUD 1945, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri, Syukur, dan ditutup dengan lagu Mars Seloliman.

20150816195313 (1)

20150816195313 (2)

20150816194639 (5)

Selepas upacara bendera, diisi dengan kegiatan membuat tulisan dengan tema seputar kemerdekaan dan membacakan tulisan tersebut di hadapan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 orang peserta pelajar.

Kegiatan di hari kedua

Rangkaian kegiatan malamnya diisi dengan wisata alam ke Candi Petirtaan Jalatunda, lereng Gunung Bekal, salah satu puncak gunung Penanggungan pada ketinggian 450 mdpl, yang letaknya sekitar 2 km dari PPLH Seloliman. Objek wisata sejarah ini merupakan candi tempat pemandian peninggalan Raja Airlangga. Luas candi ini sekitar 200 m2 dengan bagian tertingginya kira-kira hanya 6 m dari permukaan tanah. Menurut cerita, air petirtaan ini merupakan air terjernih di dunia. Di candi ini, kami pun menyempatkan diri untuk ‘mandi’.

20150820211023
Candi Petirtaan Jolotunda

Sumber resmi menyatakan, candi ini merupakan candi Petirtaan yang disiapkan Raja Udayana dari Bali yang mempersunting Putri Gunapriyadharmaphatni, ibu Airlangga. Pembangunannya dilakukan pada tahun 997 M dan sampai saat ini, candi telah mengalami pemugaran hingga tiga kali, tahun 1931, 1972, dan 1990.

Kegiatan di hari ketiga

Di hari ketiga, 18 Agustus 2015, rangkaian kegiatan diawali dengan dialog bersama warga sekitar PPLH Seloliman, kemudian dilanjutkan dengan bedah buku “Candi-Candi Zaman Majapahit” dengan nara sumber Prof. Dr. Agus Aris Munandar, M.Hum dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Disebutkan oleh nara sumber bahwa Penanggungan merupakan gunung suci, sebagai tempat orang Jawa melakukan ziarah. Nama kunonya adalah Prawita/kabut dan disebut juga Mahameru. Gunung Penanggungan merupakan gunung yang dikeramatkan di akhir kerajaan Majapahit, dikenal sebagai gunung sastra dan gunung ilmu pengetahuan.***tts

Wallahu a’lam

• telah dilihat 654 kali • total 2 kunjungan untuk hari ini •
Reportase Kegiatan Pesamuan Budaya Penanggungan 2015

Tulisan Terkait

Tag pada:                

Satu gagasan untuk “Reportase Kegiatan Pesamuan Budaya Penanggungan 2015

  • 21 Agustus 2015 pukul 08:18
    Permalink

    Acara yang sangat menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *